Settia

Polisi Semarang Antisipasi Kejahatan Jalanan selama Pandemi

Semarang – Aparat Polrestabes Semarang mulai menggelar patroli reserse berskala besar di wilayah hukumnya, Sabtu (19/4) malam.

Dalam kegiatan itu dikerahkan personel dari berbagai unit di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. Hal itu untuk mencegah kriminalitas pada masa pandemi Covid- 19. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis.

Puluhan anggota mengendarai sepeda motor dan mobil berkeliling menyisir jalanan di Semarang. ”Patroli reserse berskala besar ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, baik curat (pencurian dengan pembeberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) serta kejahatan lainnya. Ini kami lakukan rutin,” ungkap Kombes Auliansyah Lubis, kemarin.

Tak hanya itu, langkah tersebut juga untuk mempersempit ruang gerak para narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarakat dari Kemenkumham karena dampak Covid-19. ”Ini juga kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak para narapidana yang mendapatkan asimiliasi (pembebasan bersyarat) supaya tidak berulah lagi,” ujarnya.

”Kami juga ingin menyampaikan kepada masyarakat. Kami akan selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Semarang ini,” tandasnya. Terkait narapidana yang berulah, lanjut dia, pekan kemarin, pihaknya menangkap narapidana Lapas Nusakambangan yang baru bebas karena mendapatkan asimiliasi.

Pencuri Motor

Fajar Christanto (24), narapidana kasus narkoba, warga Jalan Banowati, Bulu Lor, Semarang Utara ditangkap bersama rekannya Riyan Maulama (22), warga Jalan Perigiwati, Bulu Lor, Semarang Utara saat akan bertransaksi sabu-sabu di depan SPBU Madukoro, Jalan Jenderal Sudirman, Semarang Barat. Petugas berhasil menyita barang bukti berupa 133 butir pil ekstasi, 20 gram sabu-sabu, dan timbangan digital.

”Saudara saudara kita yang sudah dibebaskan tentunya itu merupakan hadiah dari pemerintah dan jangan melakukan tindak pidana lagi. Ini kami mohon untuk bisa kembali bergabung dengan keluarga dan berbuat kebaikan,” ungkapnya. Dia menambahkan, untuk pencurian sepeda motor meningkat. ”Kasus ini meningkat, setiap hari ada laporan curanmor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, pihaknya meminta masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah untuk segera pulang. Dia mencontohkan, di daerah Tlogosari, Pedurungan masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Jalanan di kawasasn tersebut masih padat seperti biasa. (dalova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *