Orang Kepercayaan Jokowi Gusur Jenderal Diangkat Prabowo Pimpin di Ring Satu Istana

Ramai jadi perhatian publik karena JokPro dan Qodari merupakan salah satu pihak yang lantang menyerukan Jokowi agar kembali maju sebagai capres tiga periode, meskipun Undang-Undang telah menggariskan masa jabatan presiden maksimal dua kali periode.

Muhammad Qodari resmi menjabat Kepala Staf Kepresiden (KSP) yang baru menggantikan Letjen TNI (Purn) AM Putranto.

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mengangkat orang kepercayaan Jokowi, Muhammad Qodari atau akrab disapa Mister Q duduk di posisi ring satu istana. Qodari ditunjuk Prabowo menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti (AM) Putranto, resmi menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Qodari dikenal sebagai loyalis atau orang kepercayaan Jokowi. Ia sempat bikin heboh publik ketika menggaungkan wacana Presiden Joko Widodo tiga periode. Demi idenya itu Qodari sempat nonaktif di Lembaga Survei Indo Barometer. Qodari merupakan salah satu pihak yang lantang menyerukan Jokowi agar kembali maju sebagai capres tiga periode, meskipun Undang-Undang telah menggariskan masa jabatan presiden maksimal dua kali periode.

Bahkan dia mengusulkan pasangan Jokowi-Prabowo 2024 (Jokpro2024). Namun, gagasan itu mendapat penolakan keras dari publik.

Kini Qodari diberi posisi strategis di ring satu istana oleh Prabowo dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Presiden pada Rabu (17/9/2025).

Sebelumnya, M. Qodari merupakan Wakil Kepala Kantor Staf Presiden ketika Kabinet Merah Putih baru dibentuk Prabowo Subianto. Setelah AM Putranto dicopot, posisi Qodari dinaikkan oleh Prabowo.

Pengamat politik yang juga Direktur Peneliti Indonesian Public Wacth Integrity, Edi Winarto menilai banyaknya orang kepercayaan Jokowo yang berada di pusat kekuasaan pemerintahan Prabowo membuktikan hubungan antara Prabowo dengan Jokowi sangat kuat dan tidak bisa diadu domba oleh pihak manapun dengan berbagai isu dan cara.

“Prabowo dalam beberapa kesempatan telah menyatakan pemerintahannya akan melanjutkan program yang telah dirintis dan diwariskan Jokowi. Pak Prabowo juga butuh orang-orang yang selama ini dekat dengan Jokowi dan hal itu tidak ada masalah, karena memang hubungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo harmonis dan semakin erat,” ujar Edi Winarto di Jakarta.

Menurut Edi Winarto, Reshuffle Kabinet yang dilakukan Prabowo terakhir ini menunjukkan bahwa mantan Menteri Pertahanan di era pemerintahan Jokowi itu masih mempercayakan sosok-sosok orang dekat Jokowi di pemerintahan.

Selain itu, lanjut Edi Winarto, tampilnya sejumlah orang kepercayaan Jokowi seperti Muhammad Qodari, Afriansyah Noor, Raja Juli Antoni dalam Kabinet Merah Putih menggambarkan bahwa selama ini hubungan Prabowo dan Jokowi baik-baik saja.

Tangis Pecah Warnai Sertijab

Usai prosesi serah terima jabatan atau sertijab yang diwarnai momen haru, Qodari menegaskan akan langsung tancap gas dengan agenda pertamanya, yaitu mengawal program perumahan.

Proses sertijab berlangsung di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025). Acara ini diwarnai momen emosional saat AM Putranto, yang menjabat selama 10 bulan, menitikkan air mata ketika menyampaikan sambutan perpisahannya.

“Terima kasih, saya butuh tisu hari ini. Padahal saya tentara, saya nangis juga ini,” kata Putranto sambil menyeka air matanya.

Qodari Ngaku ada Pesan Khusus dari Prabowo

Sementara itu Qodari mengaku, ia mendapat pesan dari mantan KSP Letjen (Purn) Anto Mukti Putranto untuk melanjutkan peran organisasi tersebut dalam mengawal program-program Presiden Prabowo Subianto. Dia pun menyanggupi untuk menyukseskan program RI 1.

“Melanjutkan apa yang sudah ada, karena kita percaya betul, bahwa KSP ini memberikan manfaat yang nyata, kepada pelaksanaan program-program Presiden Prabowo yang sangat besar, banyak baru,” kata Qodari di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Qodari mengatakan, KSP telah terbukti memberikan manfaat nyata dalam pelaksanaan program pemerintah, termasuk usulan agar transfer tunjangan guru dilakukan langsung tanpa melalui daerah. Dia menyebut, ratusan ribu hingga jutaan guru sudah merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut.

Menurut Qodari, pemerintahan Prabowo masih memiliki banyak program baru yang perlu dikawal agar dapat berjalan optimal. Dia menekankan, pentingnya proses teknokrasi yang baik agar program-program tersebut berdampak langsung pada pergerakan ekonomi.

Qodari juga menyampaikan pesan Prabowo yang disampaikan melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya agar KSP lebih berperan dalam membantu komunikasi pemerintah. Dia menegaskan, KSP akan mendukung kementerian dan lembaga, termasuk Badan Komunikasi Pemerintah, dalam menyampaikan capaian program pemerintah.

Tinjau Program Perumahan

Setelah resmi menjabat, Qodari mengaku akan langsung bekerja dengan fokus memastikan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal. Agenda terdekatnya adalah meninjau langsung program perumahan di Jawa Barat bersama menteri terkait.

“Yang dekat saja, hari ini, saya akan berjalan dengan menteri perumahan untuk program-program perumahan di Jawa Barat,” ujar Qodari.

Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah dinamika politik beberapa waktu lalu, pihaknya tetap menyempatkan diri mengunjungi Johar Baru untuk memastikan program renovasi di sana berjalan sesuai rencana.

Dengan semangat “no guts, no glory”, Qodari menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi kemajuan bangsa.

“Pokoknya jalan terus, no guts, no glory,” pungkasnya.

Qodari Dilantik di Istana Bersama Sejumlah Menteri

Pelantikan Qodari tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/P dan 97/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.

Pelantikan Qodari tersebut dilakukan bersamaan dengan pemberhentian dan dilantiknya sejumlah pejabat menteri dan pejabat setingkat menteri, seperti Menteri Koordinator Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pelantikan ini menjadi perubahan posisi Kabinet Merah Putih bikinan Prabowo-Gibran yang ketiga dalam satu tahun pertama pemerintahan keduanya.

Profil M. Qodari, Sepak Terjang Mister. Q, & Pendidikan

Dikenal sebagai peneliti politik dan relawan Jokowi-Prabowo 2024 (JokPro2024), bagaimana rekam jejak Qodari? Berikut sosoknya.

Qodari lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973. Sebelum masuk gelanggang politik praktis jadi relawan Jokowi dan kini masuk pemerintahan, Qodari terlebih dahulu dikenal sebagai peneliti sejumlah lembaga survei.

Qodari merupakan alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia angkatan 1992. Setelah lulus, ia bekerja di Institut Arus Informasi (ISAI) sebagai peneliti.

Selama di ISAI itu, Qodari mempublikasikan sejumlah penelitian dengan fokus isu pada kebebasan pers. Penelitian-penelitiannya ini turut membawanya melanjutkan studi di Universitas Essex di Inggris guna mengejar gelar magisternya.

Di Essex, Qodari memperdalam ilmu psikologi sosial dengan mengambil fokus di bidang political behaviour. Ia menempuh pendidikan magister ini hingga lulus pada 2002.

Setelah kembali ke Indonesia, ia menjadi peneliti untuk Centre For Strategic and International Studies (CSIS). Dari sana, karier Qodari sebagai peneliti lembaga survei mulai terbentuk.

Pada 2003, ia bergabung ke Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk menjadi direktur riset di sana. Di saat bersamaan, ia juga menjadi chief editor untuk Majalah Kandidat.

Dua tahun di LSI membuatnya dipilih mengisi posisi strategis di lembaga survei independen tersebut. Pada 2005, ia menjadi wakil direktur eksekutif di sana.

Pada 2006, Qodari membuat lembaga surveinya sendiri, yakni Indo Barometer (IB).

Sepak terjangnya sebagai peneliti dan pengamat politik Indonesia terus ia lakukan. Pada 2016, ia mendapat gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada dengan disertasi bertema Pilpres 2014.

Turun ke Politik Praktis Dukung Jokowi-Prabowo

Kemudian pada 2024, Qodari memilih untuk turun dalam gelanggang politik praktis dan terlibat aktif dengan menjadi relawan Jokowi-Prabowo (JokPro).

Hal tersebut sempat ramai jadi perhatian publik karena JokPro dan Qodari merupakan salah satu pihak yang lantang menyerukan Jokowi agar kembali maju sebagai capres tiga periode, meskipun Undang-Undang telah menggariskan masa jabatan presiden maksimal dua kali periode.

Ketika Jokowi tidak maju kembali dalam Pilpres 2024, Qodari kemudian ganti mendukung pasangan calon Prabowo-Gibran dalam pemilihan tersebut. Qodari juga menjadi Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) yang mendorong Pilpres 2024 dapat dilakukan sekali putaran untuk kemenangan pasangan calon Prabowo-Gibran.

Ketika pasangan yang ia dukung menang dalam pemilu, Qodari ditarik Prabowo untuk menjadi salah satu pejabat setingkat menteri, yakni sebagai Wakil Kepala Kantor Staf Presiden.

Kini, Prabowo menaikkan Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Presiden setelah AM Putranto dicopot dari jabatan tersebut. (*)

Leave a Reply