Negara Sukses Hemat Anggaran, Sisa Dana Rp30 Triliun Dipakai Bantu Orang Miskin

Presiden Prabowo Subianto akan mengalokasikan dana tambahan dari efisiensi anggaran ini untuk diberikan kepada rakyat miskin dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Ilustrasi Orang Miskin

Jakarta, EDITOR.ID,- Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhasil menghemat anggaran APBN puluhan triliun dari kebijakan menghentikan kegiatan tak bermanfaat di birokrasi. Uang yang selama ini dihambur-hamburkan birokasi untuk perjalanan dinas, seminar, bimtek oleh aparat pemerintah dan PNS berhasil ditekan. Pemerintah juga sukses menutup kebocoran APBN dari tangan-tangan jahat.

Kebijakan Prabowo yang berhasil menekan belanja pegawai pemerintah berhasil mewujudkan efisiensi anggaran. Uang negara tak lagi dipakai “proyek formalitas” dan kini penghematan tersebut membuat negara memiliki dana yang cukup buat mensejahterakan rakyat.

Presiden Prabowo Subianto akan mengalokasikan dana tambahan dari efisiensi anggaran ini untuk diberikan kepada rakyat miskin dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menurut Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, pemerintah akan menambah jatah bantuan langsung tunai (BLT) untuk 35 juta warga miskin atau lebih keluarga penerima manfaat (KPM). Anggaran Rp 30 triliun ini berasal dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun 2025.

Seskab merinci BLT sebesar Rp300 ribu per-bulan setiap KPM untuk periode Oktober, November dan Desember itu diberikan untuk keluarga dari desil 1-4 berdasarkan data sosial ekonomi nasional (DSEN).

“BLT tadi yang tiga bulan itu adalah hasil dari efisiensi anggaran yang pemerintah laksanakan di awal tahun ini. Jadi totalnya utk 35,04 juta KPM itu Rp 30 triliun, itu dapatnya dari mana? Dapatnya dari efisiensi anggaran yang sudah dilaksanakan pemerintah awal tahun lalu,” kata Seskab Teddy saat memberikan keterangan usai meninjau Sekolah Rakyat di Tangerang, melalui rekaman suara yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebagai informasi, pemerintah menambah jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM), di luar BLT reguler yang selama ini disalurkan melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta keluarga penerima manfaat dalam program keluarga harapan dan bantuan sembako.

Seskab menjelaskan tujuan pemerintah melakukan efisiensi adalah untuk mengalokasikan anggaran ke dalam program kesejahteraan rakyat yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Seskab Teddy, BLT tersebut dapat menjangkau 140 juta orang dengan estimasi setiap keluarga terdiri dari empat anggota keluarga.

“Inilah kenapa kita melakukan efisiensi, jadii apa yang belum perlu, apa yang belum tercapai kita alihkan ke sini. Dan ini hasilnya, dalam minggu depan ini dapat dirasakan oleh 35 juta keluarga yang artinya mencakup 140 juta orang,” kata Teddy.

Seskab menambahkan BLT untuk 35,04 juta KPM yang telah diluncurkan sejak Jumat (17/10), mulai cair pada Senin ini, yang disalurkan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.

“Tiga bulan itu mereka berhak masing-masing sebulan mendapat Rp300.000. Nanti mulai hari Senin, Minggu depan dapat diambil, berarti sekali ambil langsung dapat Rp900.000,” kata Teddy.

Teddy berharap bantuan tersebut dapat membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan di masa sekolah, maupun untuk membantu perekonomian masyarakat. (*)

Leave a Reply