Settia

Muslim vs Demonstran Bentrok di Swedia dan Norway

Dalam gambar lain, terlihat seorang perusuh membawa ban sehingga bisa dibakar sebagai ‘tanda protes’. Pria yang membawa ban yang tidak terbakar (Sumber Foto: TT News Agency / AFP)

EDITOR.ID, Oslo,- Bentrokan pecah antara massa Muslim dengan sekelompok pengunjuk rasa anti-Islamisasi di Norwegia yang menamakan diri Stop Islamization of Norway (SIAN). Bentrokan ini dipicu ulah kelompok anti Islam saat menggelar unjuk rasa di Oslo yang menghina umat Islam dengan membakar Al Qur’an.

Sehari sebelumnya bentrokan juga terjadi antara massa Muslim dengan pengunjuk rasa di kota Malmo Swedia. Dan kali ini insiden serupa terjadi di ibu kota Norwegia, Oslo, pada hari Sabtu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, unjuk rasa anti-Islamisasi dilakukan oleh para pengunjuk rasa di dekat gedung parlemen di ibu kota Norwegia, Oslo, pada hari Sabtu. Namun, para pengunjuk rasa ini dihadang oleh massa Muslim yang melakukan perlawanan balik.

Massa Muslim berkumpul di jalan-jalan Oslo, menabuh genderang dan meneriakkan “Tidak ada rasis di jalanan kami”. Kejadian ini berlangsung saat kelompok anti Islam Stop Islamization of Norway (SIAN) sedang berkumpul menggelar rapat umum di jalanan di dekat gedung parlemen.

Massa dari warga Muslim marah atas penghinaan yang dilakukan pengunjuk rasa anti Islam dengan membakar Al Qur’an. Beberapa orang pun terlihat menendang mobil polisi dan menaiki kap kendaraan.

Pasca konfrontasi yang terjadi antara massa Muslim dengan pengunjuk rasa anti Islam, ketegangan mewarnai aktivitas masyarakat di jalan-jalan Oslo.

Ketegangan ini dipicu ulah tidak simpatik dari seorang wanita anggota SIAN yang merobek halaman-halaman Alquran dan meludahinya. “Dengar, sekarang aku akan menodai Alquran,” kata wanita itu, kata Fanny Braten. Braten segera diserang oleh massa Muslim, yang menendang kakinya.

Polisi menggunakan gas air mata, semprotan merica untuk membubarkan massa

Merasakan situasi tersebut, polisi menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk mengendalikan para pengunjuk rasa anti Islam dengan massa dari kaum muslim. Khawatir akan lebih banyak kekerasan dari kelompok Islam, polisi mengakhiri demonstrasi SIAN lebih awal dan membubarkan pendukung SIAN dari tempat.

Hampir 29 orang, termasuk beberapa anak di bawah umur, yang berusaha menembus barikade dan akan melakukan bentrokan dengan pengunjuk rasa anti Islam dari SIAN diamankan aparat polisi.

Dilaporkan massa dari kaum muslim tersebut melemparkan batu, telur dan rudal lainnya ke polisi sebagai bentuk perlawanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *