Mbah Moen Wafat di Makkah, PSI Berduka

Menurut Grace, wafatnya Mbah Moen merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Beliau tidak hanya panutan dan ulama karismatik umat Islam, namun juga menjadi jangkar politik kebangsaan.

“Ketika bangsa ini diuji dengan goncangan dan hempasan polarisasi sosio-politik, Mbah Moen menyelamatkan kita agar tidak ikut terseret arus konflik seperti yang terjadi di Irak dan Suriah,” lanjut Grace.

Mbah Moen adalah Guru Bangsa.

Grace menyatakan, semua tokoh dan pemeluk agama-agama di Indonesia sangat menghormati beliau.

“Selama ini Mbah Moen gigih membela prinsip-prinsip kebangsaan dan memperjuangkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Mbah Moen memperkuat dan menyebarkan Islam yang rahmatan lin alamin,” pungkas Grace.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, ini wafat pada usia 90 tahun saat menunaikan ibadah haji. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: