Settia

Mimpi Gorba Jadikan Tangsel Kota Ramah Keluarga

EDITOR.ID, Tangerang Selatan,- Kedatangan Mikhail Gorbachev alias Bro Gorba, begitu dia disapa akrab di Ruang Terbuka Hijau (RTH) bersama tim di Hutan  Kota Jombang disambut gerimis pada minggu siang (16/2/2020).

Hutan Kota Jombang yang baru diresmikan 9 Februari 2020 sebagai tempat blusukan ketiga yang rutin dilakukan oleh Bro Gorba tiap minggu untuk bertemu masyarakat Tangerang Selatan secara langsung.

Maklum Bro Gorba sedang menjaring suara menuju Pilkada Walikota Tangerang Selatan (TangSel) yang diselenggarakan 23 September 2020 nanti.

Program Bro Gorba yang bernama Lengkap Mikhail Gorbachev Dom pun menawarkan Kota Tangsel sebagai Kota yang Ramah Hunian Keluarga yang syarat dengan kemudahan untuk Batita dengan stroller dari transportasi moda sampai ke dalam lift mall.

Perhatian Bro Gorba pada ruang public yang sangat dibutuhkan berbentuk Taman Kota yang aktif sebagai wisata keluarga dan anak. Saat ini didalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bro Gorba juga menjabat sebagai Direktorat Lingkungan Hidup dan Perkotaan ini melihat ada kejanggalan untuk salah satu permainan anak

yang rusak padahal baru seminggu Hutan Kota diresmikan. “Perhatian khusus untuk fasilitas umum adalah menjaga dan merawat lebih sulit daripada mengadakan fasilitas umum tersebut di kota Tangerang Selatan,”tegas Bro Gorba kepada reporter Editor.Id.

Dilihat dari sirkulasi pengunjung juga dapat dialihkan ke Pintu Timur di samping Hutan Kota Jombang alih alih membuka pintu depan yang lebih luas sebagai gerbang masuk.

Padahal pintu utama terhubung dengan jalanan yang ramai dengan usaha kecil rumahan warga sekitar. Bro Gorba melihat pintu utama jika dibuka lebih menguntungkan warga sekitar Hutan Kota Jombang.

Salah seorang penjaga warung mengaku sangat menyesalkan pintu masuk utama Hutan Kota Jombang ditutup dan dialihkan ke Pintu Timur, padahal banyak sekali warga yang berjualan tetap di sekitar pintu masuk utama, sedangkan di Pintu Timur, yang berjualan kebanyakan penjual menggunakan gerobak (PKL).

Bro Gorba juga menyesalkan bahwa Hutan Kota Jombang belum terintegrasi dengan jalur angkutan perkotaan (moda), padahal terdapat dua trayek yang paling mendekati lokasi Hutan Kota Jombang, yaitu trayek D08 (Ciputat BSD) dan C02 (Ciledug Jombang), namun belum ada signage untuk menuju Hutan Kota Jombang.

Apalagi jarak dengan Stasiun Sudimara juga tidak jauh, hanya 2,5 km, yang bisa ditempuh 30 menit berjalan kaki.

Sebagai langkah integrasi Pemerintah Daerah memiliki banyak opsi menurut Bro Gorba, entah membuat feeder ke Hutan Taman Kota, jarak tidak jauh dari stasiun bisa juga dengan membuat Jalur Sepeda, karena selama di Stasiun Sudimara ia melihat beberapa pesepeda mulai nyaman menggunakan kereta saat ini. Intinya sayang sekali infrastruktur Hutan Kota Jombang yang sudah baik jika tidak terintegrasi dengan transportasi public. (Meika Ardhianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *