Jakarta, EDITOR.ID,- Kisah memilukan dialami Malika Kania Putri. Usianya baru 10 tahun tapi sudah tidak bersekolah lagi. Ia putus sekolah karena orang tuanya tak mampu. Nasib Malika pun juga kurang dilihat dan dipedulikan Sekolah Rakyat yang dibanggakan pemerintahan saat ini.
Bocah yang harusnya sekolah ini terpaksa jualan cilok untuk membantu kehidupan bapak dan ibunya yang miskin.
Kisah bocah kecil ini kian menyedihkan ketika jualan tiba-tiba ketipu emak-emak. Malika Kania Putri tampak tersedu menangis di atas sepeda dagangannya.
Videonya viral di Media Sosial
Fenomena Malika menjadi perhatian publik ketika videonya beredar viral di media sosial. Bocah penjual cilok ini menangis tak berdaya ketika dagangan dan uangnya habis ditipu seorang emak-emak.
Dalam video memperlihatkan Malika menangis diatas sepeda yang dinaikinya sembari membawa tempat dagangannya tas plastik merah yang digantungkan di stang sepedanya. Tangisan Malika mengundang rasa iba warga sekitar. Terlihat warga mengerumuni sang bocah dan berusaha menenangkan kesedihan yang dialami Malika.
Warga yang iba kemudian menanyai Malika, ada apa? Kenapa menangis? Dengan jujur dan polos, bocah perempuan berumur 10 tahun itu mengaku ditipu emak-emak. Uang dan dagangannya habis dibawa kabur. Bocah berhijab cokelat itu terlihat menangis dan tampak syok.
Video tersebut viral dibagikan akun Instagram @fakta.indo, dikutip Selasa (23/9/2025).
Dengan suara sesak dan terbata-bata, bocah perempuan itu berusaha menjawab pertanyaan sejumlah warga yang bersimpati kepadanya.
Terdengar warga menceritakan bahwa bocah tersebut telah ditipu emak-emak. Dagangan cilok dan uang bocah perempuan itu disebutkan telah dicuri, dibawa kabur emak-emak tersebut.
“Anak kecil ditipu, (dagangannya) diambil, bukannya laku, habis diambil sama ibu-ibu itu, dagang cilok,” ujar seorang warga.
Warga Rame-Rame Bantu Bocah Tertipu
Melihat penderitaan Malika, warga sekitar tak tega dan langsung tergerak untuk membantu meringankan kerugian yang dialami sang bocah miskin.
Warga bersimpatik kemudian rame-rame saweran sesuai kemampuan, mengumpulkan uang untuk mengganti kerugian bocah perempuan itu akibat ditipu emak-emak.
Dari hasil patungan, uang tersebut kemudian diserahkan ke Malika. Dalam video terlihat uang diserahkan dan dimasukkan ke dalam tas yang dibawa bocah perempuan tersebut.
Warga yang ikut sedih dan bersimpatik kemudian memberikan uang yang berjumlah lebih dari Rp 100 ribu untuk mengganti uang bocah tersebut yang hilang dibawa kabur pelaku.
Warga yang baik hati ini tak lupa berpesan agar bocah tersebut segera pulang dan berhati-hati.
“Nih uangnya disimpan udah diganti, ini lebih dari Rp 100 ribu, bilang sama mamah, pulang ya, hati-hati,” ujar warga yang mengganti uangnya yang hilang.
Tak hanya satu warga, terlihat warga lainnya juga turut memberikan uang untuk bocah malang tersebut. Warga juga mengantarkannya pulang dengan selamat ke rumahnya.
Diketahui peristiwa bocah penjual cilok tersebut terjadi di sekitar Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (21/9/2025).
Ditipu Emak-Emak Uang Jualan Raib
Malika mengaku kejadian berawal saat ia berkeliling jualan Cilok dari kampung ke kampung di kawasam Jakarta Utara. Tiba-tiba muncul emak-emak yang berpura-pura membeli delapan bungkus cilok seharga Rp 40 ribu.
Setelah Malika membungkus cilok itu, pelaku menanyakan berapa keuntungan dan uang hasil jualan Malika yang saat itu terkumpul. Dengan polosnya Malika menjawab bahwa dari jualan sejak pagi Ciloknya sudah laku lumayan dan sudah terkumpul uang Rp 60 ribu.
Emak-emak itu kemudian meminjam uang Malika yang Rp60 ribu dan tak membayar 4 bungkus Ciloknya Rp 40 ribu. Dengan alasan akan diganti suaminya, pelaku itu ternyata membawa kabur uang sekaligus cilok milik korban.
Malika menangis tersedu-sedu. Karena lama ditunggu, orang yang disebut suaminya tidak kunjung datang menghampiri.
“Saya bilang dapat Rp 60 ribu, nah katanya pinjem dulu, ada suaminya di situ nanti minta aja, terus saya cariin nggak orang,” ungkap Malika.
Peristiwa terjadi di kawasan Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (19/9/2025).
Hal ini diceritakan langsung oleh Malika saat ditemui di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025).
“Saya lagi keliling, dia manggil, katanya jualan apa, jualan cilok, terus disuruh bungkusin ciloknya, disuruh plastikin,” ujar Malika sebagaimana melansir dari Tribunjakarta.com.
Video Bocah Penjual Cilok Dapat Simpatik dari Ratusan Netizen dan Viral
Kini video kejadian pilu bocah penjual cilok tersebut viral dan menyita perhatian warganet. Tak sedikit warganet yang juga turut simpati kepada bocah tersebut.
Ada juga warganet yang memuji aksi warga yang menolong bocah tersebut hingga patungan untuk mengganti kerugian atau uang dan dagangan yang hilang dibawa kabur pelaku.
Berikut beragam komentar warganet.
“Semoga si adek dan semua yg nolong diberikan rezeki yg lancar. Dan semoga yg nyolong cepet2 kena azab yg pedih di dunia dan akhirat”
“Indonesia gak pernah kekurangan orang baik…”
“Ya Allah sayang, ya Allah nak semoga Allah angkat derjatmu setinggi tingginya… Allah mampukan kelak berkah melimpah rejeki yang kamu dapatkan… Aamiin”
“Cantik adeknya, setiap kejadian pasti ada hikmahnya, sekarang adek ini jadi banyak rezeki dan banyak dapat doa dari seluruh Indonesia”
“Ada ya orang jahat kek gitu, aku aja lebih respect sama bocil yang ga malu” jualan demi bantu keluarga, dari pada yang cuma ngemis doang, kadang aku lebihin uangnya”
“Saya respect warganya dan semoga ibunya dapat karma apa yang diperbuat selama ini,” tulis beragam komentar warganet.
Malika Bocah Putus Sekolah Karena Kemiskinan Ortu
Nasib Malika Kania Putri kurang seberuntung dengan anak-anak lain seusianya. Di usia yang masih 10 tahun Malika sudah putus sekolah. Gara-garanya ortunya tak punya biaya untuk menyekolahkannya. Bocah kecil itu terpaksa berjualan cilok untuk membantu kedua orang tuanya. Cilok adalah aci dicolok, jajanan khas Jawa Barat berupa aci (tepung tapioka) yang dibentuk bulat seperti bakso.
Malika yang berusia 10 tahun itu merupakan warga Panjawa, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Sehari-hari ia berjualan Cilok. Dari penghasilan berjualan Cilok, Malika menyerahkan uangnya untuk membantu meringankan orang tuanya
Malika diketahui putus sekolah karena faktor ekonomi keluarganya. Kini, ia justru ditipu oleh pembelinya sendiri hingga uang hasil jerih payahnya berjualan seharian raib dibawa kabur.
Pada Selasa (23/9/2025) sore, Lurah Rawa Badak Selatan Yuyun Wahyudi mengunjungi rumah Malika.
Kunjungan dilakukan di Jalan Pandawa, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Selain bersilaturahmi, lurah juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Yuyun menyebut, pihak kelurahan bergerak cepat setelah mendapat arahan dari Wali Kota Jakarta Utara.
Menurutnya, kondisi Malika dan keluarga akan terus dipantau agar bisa segera mendapatkan bantuan. Malika diketahui putus sekolah karena faktor ekonomi keluarganya.
Pihak kelurahan bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara berencana membantu Malika kembali bersekolah. Yuyun berharap, Malika dapat fokus pada pendidikan sementara usaha keluarga dikelola orang tuanya. (*)












