Settia

Ketat, Siapa Calon Pendamping yang Dipilih Jokowi, Wouw!

Presiden Jokowi Bertemu Menteri Malaysia Termuda, Jokowi: Saya Memanggilnya ‘Bro Saddiq’ (Sumber Foto:TribunWow.com)
Asri Hadi

EDITOR.ID, Jakarta,- Pengamat politik jebolan Monash University Asri Hadi mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) lebih sulit memilih calon pendampingnya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) ketimbang pesaingnya Prabowo Subianto. Kenapa?

“Pertama karena elektabilitas Jokowi dari berbagai lembaga survey masih tertinggi, jadi banyak tokoh dan parpol yang berminat menjadi pendampingnya. Banyaknya kepentingan parpol dan kelompok masyarakat ini akan menyulitkan Jokowi dalam menentukan pasangannya,” ujar Asri Hadi yang juga dosen berbagai Perguruan Tinggi ini di Jakarta, Selasa (17/7/2018)

Menurut Asri Hadi para calon kuat pendamping Jokowi untuk bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti akan terdiri dari empat unsur. Pertama, unsur tokoh agama. Kedua, unsur partai politik, ketiga unsur teknokrat dan pengusaha. Dan keempat unsur militer atau TNI/Polri.

Dari unsur tokoh agama, lanjut Asri Hadi, Jokowi memiliki tiga calon kuat. Pertama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amien. Kedua, tokoh muda muslim TGB Muhammad Zainul Majdi. Ketiga, akademisi yang juga mantan Ketua MK Prof Dr Mahfud MD.

“Saat ini Jokowi sedang diserang tiga isu berbau agama. Tuan Guru Bajang, Kiai Ma’ruf dan Mahfud lah yang bisa membendung isu tersebut. Sebab, ketiganya merupakan tokoh Islam, santri, bersih, akademisi, dan sangat dihormati. Jika disandingkan dengan Jokowi, maka isu tersebut bisa diatasi,” kata staf pengajar Sekolah Staf Pimpinan AL (Seskoal) ini.

Dari unsur partai politik Jokowi mengantongi tiga nama juga. Pertama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Kedua, Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Dan Ketiga, Ketum PPP Romahumurzy.

Menurut Asri, keuntungan Jokowi menggunakan pendamping unsur parpol pertimbangannya hanya dukungan partai dan jumlah kursi di DPR. Sebagai ketua partai, baik Airlangga, Muhaminin maupun Gus Rommy tentu punya dukungan jelas dari partai.

“Tapi, kehadiran mereka belum tentu bisa diterima partai lain, sebab Jokowi tak hanya didukung Golkar, PKB dan PPP tapi masih ada Nasdem, PDIP, PSI dan Hanura,” kata pria yang juga menjabat bendara Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) ini.

Unsur ketiga berasal dari kalangan Teknokrat juga ada tiga calon. Pertama mantan Direktur Bank Dunia yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kedua, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, dan ketiga bos CT Corp Grup Chairul Tanjung.

Leave a Reply