Settia

Kenapa Pemilik BCA ini Masih Mau Berlaga di Asian Games?

EDITOR.ID, Jakarta,- Michael Bambang Hartono atau yang biasa dipanggil Bambang Hartono terus mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Ia adalah orang terkaya nomor satu Indonesia dan masuk rangking dunia, pemilik Bank BCA, Djarum Group dan ratusan bisnis raksasa. Tapi ia masih bersedia menjadi atlet yang harus berjuang di Asian Games 2018 untuk bisa membanggakan merah putih. Kenapa?

Jawaban Bambang Hartono penuh makna mendalam. Ia mengaku, sudah menjadi kewajibannya mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga terbesar di Asia ini. Karena, dia menjadi salah satu tokoh yang mempopulerkan cabang olahraga Bridge di Indonesia.

“Sumbangsih Djarum ke negara itu ada dua, Bukutangkis dan Bridge. Jadi ini udah menjadi keharusan saya membela negara saya,” tuturnya di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Dia berharap cabang olahraga Bridge ini semakin populer di Indonesia dan dunia. Untuk itu di usianya yang tak kunjung muda lagi, dia siap mengawal hal itu.

Perjuangan dan sikap nasionalisme salah satu pemilik BCA dan Djarum Group ini patut di tauladani dan diacungi jempol. Sebagai figur orang terkaya tanpa rasa canggung dan terbebani, Bambang ulet berlaga habis-habisan menghadapi tim China yang dikenal sebagai Juara Dunia Brigde.

Bahkan Bambang Hartono bersama partnernya Polli Bert Toar (64) berhasil mempersembahkan medali perunggu di cabang bridge Supermixed Asian Games 2018. Sang sahabat Polli Bert membenarkan, kelebihan Bambang adalah terletak pada ketelitiannya.

“Positifnya memang dia ini sangat teliti dan hati-hati. Jadi kalau lagi main dengan dia, strateginya memang dalam sekali,” kata Polli.

Melansir dari laman Forbes pada Maret 2018, salah satu bos Djarum Group tersebut tercatat memiliki kekayaan sebesar USD 16,7 miliar atau sekitar Rp 225 triliun. Dengan angka fantastis itu, Bambang memiliki pesan bagi siapapun yang ingin menjadi ahli atau pakar dibidangnya masing-masing.

Menurut Bambang, kunci untuk menjadi ahli dalam bidang tertentu adalah usaha sejak dini. Proses seseorang untuk berhasil pasti membutuhkan waktu yang tidak instan.

“Kita harus mulai belajar sedini mungkin. Mau jadi perenang? Kalau perlu pas lahir berojol, masukin air. Bayi lahir tidak akan tenggelam saat dimasukan air. Artinya, semua itu proses, dari dini sekali,” kata orang terkaya nomor satu di Indonesia versi majalah Forbes yang juga sebagai Founder Djarum.

Hal tersebut ia terapkan sendiri. Bambang telah bermain bridge sejak dirinya menginjak sekolah dasar yakni 1 SD. Ia berujar, bermain bridge melatihnya agar tidak mudah lupa.

“Bridge adalah salah satu cabang olahraga yang jarang dimainkan. Jika Anda bermain bridge, maka ini akan membantu Anda untuk tercegah dari pikun atau mudah lupa. Karena Anda mengasah otak Anda setiap hari,” pungkasnya.

Di usia 78 tahun, Bambang menjadi atlet paling tua yang memperkuat tim nasional Indonesia. Bambang ternyata pemain Bridge yang dikenal di dunia. Berbagai kejuaraan dunia pernah dia ikuti dan menjadi juara. Pada 2008 dan 2009, Bambang memperoleh masing-masing perunggu untuk Kejuaraan Dunia Senior.

Di Asia, pada 2009 dan 2011 di ajang Zona Asia Senior, Bambang memperoleh emas. Dan di ajang yang sama tahun 2017, orang terkaya di Indonesia ini menyabet medali perak.

Untuk mempersiapkan Asian Games ini, di tengah kesibukannya sebagai pebisnis, Bambang selalu menyempatkan waktu 2-3 jam untuk berlatih Bridge setiap akhir pekan.

“Kalau saya sedang latihan, tidak boleh ada yang ganggu,” ujar dia di kantornya, Sabtu (11/8/2018).

Keluarga Hartono yang merupakan dua saudara Budi dan Michael Bambang Hartono merupakan keluarga terkaya dan jadi nomor satu di Indonesia. Total kekayaan dua bersaudara tersebut mencapai USD 32,3 miliar berdasarkan versi Forbes. Kekayaan Bambang Hartono sekitar USD 16,7 miliar. (tim)

Leave a Reply