Settia

Kembali Terjadi, Dua Wartawan Di Brebes Dikeroyok Saat Liputan

EDITOR. ID, Brebes-Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi.Saat menjalani liputan dua wartawan menjadi korban penganiayaan sekelompok orang, Aksi penganiayaan tersebut terjadi di  di Balai Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pada saat menjalankan tugas liputan . Satu  luka serius hingga dilarikan ke RSUD Brebes untuk ditangani secara medis Rabu, 02/08).

Agus Supramono, wartawan Semarang TV dan Eko Fidiyanto, wartawan Harian Radar Tegal. Keduanya bertugas untuk wilayah liputan Kabupaten Brebes. Akibat kejadian tersebut , Agus Supramono mengalami luka serius di bagian kepala dan pelipis sebelah kiri. Korban terpaksa dilarikan ke RSUD Brebes dan mendapat tiga jahitan di luka bagian kepala. Sementara Eko Fidiyanto, tidak mengalami luka hanya kacamatan yang dipakai pecah.

Saat ini kasus penganiayaan tersebut, telah dilaporkan ke Mapolres Brebes.

Dalam proses pelaporan korban di dampingi dua pengacara dan teman  satu profesi.

Agus Supramono mengatakan, kasus penganiayaan yang menimpanya dan temannya itu, berawal pada  saat melakukan liputan proses mediasi warga di Balai Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes, atas kasus dugaan perselingkuhan yang dilalukan Kepala Desa (Kades) setempat, Gunawan.

Mediasi itu awalnya dihadiri perwakilan warga dan tokoh masyarakat setempat. Namun tiba-tiba muncul masa yang diduga pendukung Kades. Sekelompok orang kemudian melarang dirinya untuk meliput karena dinilai sebagai aib, dan diminta keluar dari balai desa. Permintaan itu disampaikan secara kasar, bahkan sempat adu mulut. Kemudian, pihaknya mengalah dan menunggu di luar kantor Balai Desa.

“Saya nggak tahu kenapa kami di larang liputan. Alasannya karena aib. Padahal kami datang baik-baik dan mendapat informasi adanya mediasi ini juga dari masyarakat setempat. Kami dalam tugas juga dilindungi undang-undang,” tuturnya saat ditemui di Mapolres Brebes.

Saat menunggu , lanjut dia, pertemuan di dalam balai desa terdengar suara gaduh. Sehingga, dirinya mendekati dan mengambil gambar dari luar. Namun lagi-lagi, beberapa orang mendatangi dan melarang. Tak berselang lama, sekelompok orang langsung merangsek dan melakukan penganiayaan terhadap dirinya dan temannya. “Ada sekitar 20 orang yang main pukul. Saat itu saat langsung merunduk, melindung alat (kamera-red). Aksi pemukulan baru berhenti setelah saya berteriak Allahuakbar dan ada seorang yang melerainya,” ungkap dia.

Saat ini, sambung dia, kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Brebes. “Tadi saya sudah visum dan melaporkan kejadian ini ke Polres Brebes,” sambungnya yang juga sebagai Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *