Kejagung Bongkar Rumah Mewah, Mobil, Perhiasan Sandra Dewi Dibeli dari Hasil Korupsi Harvey, Ini Buktinya

Kejagung Ungkap Aliran Dana dari Harvey Moeis ke Rekening Sandra Dewi Rp 13 Miliar, Usai menerima transferan dana itu Sandra Dewi Beli Rumah Mewah, Mobil, Perhiasan dll

Sandra Dewi dan Suaminya Harvey Moeis yang Jadi Terpidana Skandal Korupsi Tambang Timah Ilegal

Jakarta, EDITOR.ID,- Sandra Dewi membantah dan merasa sejumlah aset yang dirampas negara berupa rumah, mobil, tas, hingga perhiasan adalah miliknya dan tidak ada keterkaitan dengan kasus korupsi yang menjerat pengusaha Harvey Moeis.

Ia tak terima hartanya disita Kejagung. Sandra pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sandra Dewi mengaku, ada perjanjian pisah harta antara dirinya dengan Harvey Moeis. Oleh sebab itu, dia merasa negara tidak ada hak apapun untuk mengambil aset-aset miliknya.

Selain itu, Sandra Dewi juga mengaku sejumlah aset yang dirampas itu didapatkannya dari hasil jerih payahnya dari bekerja di dunia hiburan Tanah Air.

Kasus ini sudah memasuki agenda pembuktian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saksi yang dihadirkan Kejaksaan Agung dalam sidang hari ini yaitu penyidik yang melakukan penyitaan aset bernama Rex Jefferson.

Penyidik Kejagung: Rekening Sandra Terima Uang dari Harvey Moeis Rp13 Miliar

Di hadapan majelis hakim, Jaksa Jefferson mengungkapkan fakta dan data untuk tujuan mematahkan klaim Sandra Dewi.

Rex Jefferson menyatakan bahwa ada aliran dana sekitar Rp 13 miliar dari Harvey Moeis ke dua rekening milik Sandra Dewi dalam rentang waktu 2016 sampai 2022.

Dari dana pemberian Harvey Moeis tersebut, diyakini sejumlah barang mewah dibeli oleh Sandra Dewi.

“Dari tahun 2016 sampai 2019, ada uang masuk sebanyak Rp 6 miliar ke rekening BCA yang belakangnya 411. Terus ke rekening Sandra Dewi yang 993, ada aliran dana Rp 7 miliar dari periode 2018 hingga 2022,” ujar Rex Jefferson di hadapan majelis hakim PN Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025)

Kejagung Ungkap Sandra Beli Barang Mewah Usai Terima Duit dari Harvey Miliaran

Kejagung meyakini uang Rp 13 miliar yang dikirimkan Harvey Moeis itu digunakan Sandra Dewi yang untuk membeli sejumlah barang mewah.

Keyakinan ini semakin kuat mengingat terdapat kecocokan antara waktu penarikan uang dengan pembelian sejumlah barang seperti tas mewah dll oleh Sandra Dewi.

Rex Jefferson juga memaparkan alasan kenapa merampas properti di kawasan elit Permata Regency. Hal itu dilakukan karena pembangunannya 80 persen berasal dari uang haram Harvey Moeis yang ditaruh di rekening khusus Sandra Dewi.

Ini Penghasilan Harvey di Bisnis Tambang Timah

Harvey merupakan seorang pengusaha yang menjadi perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT). Dalam situs resmi perusahaan, RBT merupakan salah satu produsen Timah Murni Batangan (Tin Ingot) terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini menghasilkan Timah Murni Batangan berkualitas tinggi dengan Sn 99,90% sampai 99,99% (di atas standar LME) dan Pb di bawah 300ppm. Produk-produk ini sendiri dijual ke pasar timah utama di berbagai negara seperti Belanda, China, Jepang, India, Korea, Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia.

Kemudian dalam situs Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Harvey Moeis merupakan Presiden Komisaris PT Multi Harapan Utama (MHU) yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

MHU sendiri merupakan salah satu perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan kegiatan pertambangan batubara (eksplorasi dan operasi produksi), berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai kelanjutan operasi dari PKP2B Generasi Pertama.

Di awal masa operasinya, MHU mengembangkan Blok Busang Jonggon (BJO). Pada 2013, MHU secara progresif mulai melakukan ekspansi ke wilayah pengembangan di Blok Teluk Dalam (TDO) dan Blok Gitan (GTO).

Selain kedudukannya sebagai Presiden Komisaris MHU dan perwakilan RBT, dirinya juga disebut-sebut memiliki saham di sejumlah perusahaan tambang lainnya. Uniknya, semua perusahaan tambang ini berlokasi di Kepulauan Bangka Belitung dan memproduksi timah.

Berdasarkan pemberitaan CNBC, Harvey dikabarkan memiliki saham di sejumlah perusahaan tambang lain seperti PT Sariwiguna Bina Sentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, CV Venus Inti Perkasa, dan PT Tinindo Inter Nusa.

Dalam situs masing-masing perusahaan, dijelaskan PT Sariwiguna Binasentosa adalah perusahaan peleburan dan pemurnian yang terintegrasi secara vertikal, berorientasi ekspor, dan terdiversifikasi.

Dengan operasi yang tersebar di seluruh kepulauan Bangka Belitung yang kaya mineral, PT Sariwiguna Binasentosa melakukan kegiatan mulai dari peleburan, pengolahan hingga pemasaran timah.

Selanjutnya, PT Stanindo Inti Perkasa (SIP) merupakan perusahaan smelter milik swasta yang menjadi anak perusahaan Karya Group. Perusahaan yang berdiri pada pertengahan 2004 ini berlokasi di Kawasan Industri Ketapang, Pangkalpinang.

Kemudian untuk CV Venus Inti Perkasa, perusahaan ini juga berlokasi di Kawasan Industri Ketapang Pangkalpinang dan sudah beroperasi sejak tahun 2008. Perusahaan ini bergerak dalam bidang peleburan bijih timah yang diperoleh dari Tambang Perusahaan dan Tambang Mitra.

Produk timah perusahaan dikenal dengan nama KETAPANG sesuai dengan lokasi tempat beroperasinya perusahaan. Semua produk distandardisasi dengan minimum kandungan timah ( Sn) 99,90 % diekspor ke Singapura, Malaysia, Eropa dan China.

Terakhir ada PT Tinindo Inter Nusa yang juga berlokasi di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sama seperti perusahaan lainnya di atas, Tinindo Inter Nusa juga bergerak di bidang pertambangan dan peleburan timah. ***

Leave a Reply