Kebakaran Gedung Terra Drone Penuh Misteri, Dokumen Lahan Sawit di Sumatera Ikut Terbakar Bersama 22 Karyawan, CEO Terancam 12 Tahun Penjara

Dokumen pemetaan lahan Sawit di Sumatera pernah dikerjakan oleh PT Terra Drone tersimpan di gedung yang terbakar tersebut dengan sendirinya musnah turut terbakar.

CEO PT Terra Drone Michael Wisnu Wardhana terancam 12 tahun penjara terkait gedung kantor miliknya, 22 Karyawan nya dan dokumen Pemetaan perkebunan Sawit Sumatera juga ikut terbakar, Michael telah ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden terbakar hingga menewaskan 22 Karyawan nya

Jakarta, EDITOR.ID,- Kebakaran maut yang terjadi di Gedung Terra Drone diliputi latar belakang penuh misteri dan teka-teki. Pasalnya, selain menewaskan 22 orang yang terjebak di lantai atas, dalam kebakaran tersebut juga telah membakar dokumen penting perusahaan mengenai hasil pemetaan lahan sawit di hutan Sumatera.

Dokumen penting yang mampu menguak pemetaan hutan dijadikan lahan sawit di Sumatera itu ikut terbakar bersama 22 pegawai Terra Drone. Apakah kebakaran ini ada unsur kesengajaan untuk melenyapkan rahasia dibalik dokumen pemetaan tersebut?

Dalam peristiwa kebakaran maut, CEO PT Terra Drone Michael Wisnu Wardhana telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Ia terancam 12 tahun penjara terkait gedung kantor miliknya.

Dalam kebakaran maut 22 karyawan Terra Drone tewas dengan tragis. Terjebak di dalam gedung tanpa bisa keluar menyelamatkan diri. Ada apa?

Yang juga patut dipertanyakan, kenapa banyak dokumen Pemetaan perkebunan Sawit Sumatera juga ikut terbakar.

Yang pasti bos Terra Drone Michael Wisnu Wardhana telah ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden terbakar hingga menewaskan 22 Karyawan nya

Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami kebakaran maut pada 9 Desember 2025. Di dalam gedung ini berkantor PT Terra Drone Indonesia. Perusahaan yang bergerak bidang pengadaan drone ini sebelumnya pernah mengerjakan proyek pemetaan ratusan ribu hektar lahan sawit di Sumatera.

Chief Eksekutif Office (CEO) perusahaan tersebut bernama Michael Wisnu Wardhana (MWW), telah ditangkap polisi di sebuah apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya mengabaikan panggilan polisi. MWW ditetapkan sebagai tersangka atas insiden tersebut terkait insiden kebakaran maut gedung Terra Drone yang menewaskan 22 orang karyawannya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di gedung berlantai 6 pada Selasa, 9 Desember 2025, di Cempaka Baru Jl. Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat. Api diduga berasal dari baterai yang meledak di lantai satu.

Yang membuat 22 karyawan nya meninggal dikarenakan jika keberadaan orang berada dilantai 2 sampai lantai yang berada di paling atas gedung tersebut.

Apabila terjadi kebakaran di lantai satu, oleh karena tidak adanya alternatif untuk akses evakuasi, hal itu yang menyebabkan banyak korban yang tewas.

Mereka terjebak di dalam gedung dan meninggal dunia, dan pastinya sebagian besar dikarenakan kekurangan oksigen.

Dokumen pemetaan lahan Sawit di Sumatera pernah dikerjakan oleh PT Terra Drone tersimpan di gedung yang terbakar tersebut dengan sendirinya musnah turut terbakar.

PT Terra Drone memang sudah dikenal sebagai penyedia layanan drone untuk industri perkebunan, termasuk pemetaan lahan sawit di Sumatera.

Hasil dari pengambilan gambar secara visual kemudian diolah dijadikan sebagai bahan rujukan untuk mereferensikan luas area faktual untuk dijadikan data pemetaan.

Data semacam ini memiliki nilai strategis yang tinggi. Tentu nya apabila hilangnya dokumen-dokumen tersebut dalam kebakaran dipastikan akan menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan publik dan pihak terkait mengenai tata kelola lingkungan dan industri sawit.

Sebagai Managing Director (setara CEO atau Direktur Utama) Terra Drone Indonesia, Michael bertanggung jawab atas pengembangan bisnis, operasional harian, serta proyek survei dan inspeksi berbasis teknologi drone di Indonesia.

Selain itu Michael juga memimpin operasional perusahaan penyedia solusi drone industri di Indonesia, yang merupakan bagian dari Terra Drone Corporation, sebuah perusahaan teknologi global asal Jepang.

Sebagai pimpinan perusahaan PT Terra Drone di Indonesia, peran Michael adalah memimpin operasional dan pengembangan bisnis Terra Drone Indonesia di pasar lokal.

Mencakup proyek-proyek yang berkaitan dengan survei udara, pemetaan, inspeksi infrastruktur, dan analisis data berbasis drone (UAV) untuk berbagai industri, seperti kehutanan dan pertambangan.

Diketahui Michael juga pernah membangun ekosistem teknologi drone di kawasan ASEAN, di mana ia juga menjadi pembicara dalam berbagai konferensi dan forum industri.

Michael Wisnu Wardhana aktif menjalin kerja sama strategis, seperti menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan institusi pendidikan untuk riset dan pengembangan.

Michael pun bertanggung jawab penuh atas arah strategis dan pertumbuhan perusahaan di Indonesia sebagai bagian dari jaringan global Terra Drone Corporation yang berbasis di Jepang.

Profil Michael Wisnu Wardhana

Latar Belakang pendidikan Michael Wisnu Wardhana, sebagai alumni Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2001.

Kiprahnya di dunia Industri, Michael sukses menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan milik Negara dalam naungan Kementerian BUMN.

Ia juga sukses menggandeng institusi di pendidikan seperti ITB dan Universitas Bina Nusantara (Binus University)) serta menjalin pada perusahaan swasta seperti Sinarmas Group, semuanya untuk mengimplementasikan solusi drone di berbagai industri.

Setelah gedung Kantor Terra Drone terbakar, MWW menjadi sorotan media massa, pada Rabu (10/12/2025) Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra mengatakan bahwa MWW sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia, penangkapannya didasari oleh dua alat bukti permulaan yang cukup yang di yakini oleh penyidik.

MWW dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 187, 188, dan 359 KUHP, yang berkaitan dengan kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan kematian, dan terancam hukuman 12 tahun penjara dengan dugaan pelanggaran yang menyebabkan hilangnya nyawa dalam musibah tersebut.

Hingga kini pihak kepolisian mengaku masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi lainnya, serta menunggu hasil investigasi lengkap untuk memastikan seluruh aspek kasus ini. (*)

Leave a Reply