Idap Hiperseksual, Guru Agama di Batang ini Cabuli 40 Siswinya

Tersangka Agus Mulyadi 33 Tahun merupakan warga Kabupaten Kendal, Sebelum diterima menjadi guru PNS di Batang. Pelaku pernah mengajar di beberapa sekolah di Kabupaten Kendal. Hal itu pun tidak menutup kemungkinan ada bebebrapa siswa yang menjadi korban.

Batang, EDITOR.ID,- Korban kebiadaban Agus Mulyadi oknum guru agama cabul di Batang bertambah. Kini jumlah korban yang disetubuhi dan dicabulinya mencapai 40 siswi. Polisi menyatakan, oknum guru cabul di salah satu SMP di Kecamatan Gringsing, Batang, Jawa Tengah tersebut punya sifat nafsu besar atau haus seks (hiperseksual).

Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo, Jumat (9/9/2022).

“Kita terus dalami keterangan pelaku, untuk korban dan saksi saat ini terus bertambah. Hingga saat ini korbanya sudah mencapai 40 siswi, adapun korban yang resmi melaporkan ada 9 anak,” ujar Yorisa Prabowo.

Selain mendalami keterangan di guru cabul, Satreskrim unit pelayanan perempuan anak Polres Batang juga menggali informasi dari korban maupun saksi. “Masih kami dalami korban dan saksi seperti apa yang di lakukan oleh pelaku kepada para korban,” ungkapnya.

AKP Yorisa Prabowo juga mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan ada beberapa yang dilecehkan. Ada beberapa juga yang disetubuhi.

Untuk saat ini para korban mendapat pendampingan dari Tim Psikologi Mabes Polri, Polda Jawa Tengah dan juga dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Sesuai dengan intruksi Bapak Kapolda, Bapak Kapolres Batang. Kita menggandeng beberapa tim, ada Tim Psikologis Mabes Polri, Polda Jateng, Ketua KPSI yang langsung di tangani Kak Seto bersama tim dan tim dari Pemkab Batang,” ungkapnya.

Tersangka Agus Mulyadi 33 Tahun merupakan warga Kabupaten Kendal, Sebelum diterima menjadi guru PNS di Batang. Pelaku pernah mengajar di beberapa sekolah di Kabupaten Kendal. Hal itu pun tidak menutup kemungkinan ada bebebrapa siswa yang menjadi korban.

“Kita masih melakukan pendalaman yang ada lokus deliknya di Gringsing. Untuk yang diluar daerah atau sebelum itu, kami belum melakukan pendalaman,” ungkap Yorisa Prabowo.

Mantan Kapolsek Limpung ini juga menjelaskan bahwa sepanjang belum ada laporan korban diluar Gringsing. Polres Batang belum bisa mendalami. “Kita masih fokus yang ada di SMP Gringsing itu,” ungkapnya.

Yorisa Prabowo juga menyampaikan, dari hasil pemeriksaan tersangka Agus Mulyadi memiliki kelainan seks yaitu hiperseksual. “Tim psikologi Polda Jateng menyampaikan pelaku memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, tetapi yang berlebihan atau hiperseksual,” jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menyampaikan, dalam kasus pencabulan anak dibawah umur ini, tersangka dijerat Pasal 82 ayat 2 dan Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam hukuman 15 tahun dan ditambah sepertiga karena pelaku merupakan guru korban,” ujar Djuhandani, dalam konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu (7/9/2022).

Modus Pelaku Setubuhi Korban

Dalam melakukan aksi bejatnya, kata Djuhandani, tersangka membagi korbannya menjadi tiga klaster, yakni kelas 7, 8 dan 9.

Untuk siswi kelas 7, pelaku hanya mencabuli korban. Namun jika korban telah terbiasa bersentuhan dengan tersangka, ia melakukan persetubuhan.

“Saat ini ada 10 orang yang diduga menjadi korban persetubuhan dan 35 orang menjadi korban pencabulan,” ujarnya.

Tersangka melakukan perbuatan bejatnya di beberapa tempat di sekolah itu.
Tempat yang dipakai tersangka, yakni ruangan OSIS, ruang kelas, dan gudang dekat musala.

Bujuk Rayu

Sebelumnya diberitakan, oknum guru agama berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di sebuah SMP wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang diduga melakukan pencabulan terhadap siswinya.

Polisi telah memeriksa korban dengan didampingi orangtua untuk mengumpulkan barang bukti serta visum. “Hasil visum menunjukkan terjadinya pelecehan seksual,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya mengamankan serta memeriksa pelaku dan pelaku pun telah mengakui semua perbuatannya.

“Laporan secara resmi baru tujuh korban yang melaporkan ke kami, dugaan kemungkinan masih banyak yang belum melapor, dikarenakan korban masih di bawah umur, mungkin masih merasa malu dan takut,” jelasnya.

Pelaku bernama Agus Mulyadi, warga Kabupaten Kendal. Selain guru agama di sekolah tersebut, ia juga sebagai pembina OSIS. Modus pelaku mencabuli siswi melalui kegiatan OSIS, dari pemeriksaan pelaku melakukan bujuk rayu.

“Ada beberapa yang dilecehkan, juga yang disetubuhi, saat ini masih kami dalami dan kembangkan. Untuk kejadian dalam kurun waktu sekitar Juni sampai Agustus yang kami ketahui, informasi sampai 30-an,” ungkapnya.

Barang bukti yang sudah diamankan di antaranya pakaian dan baju dalam korban, di lokasi TKP juga sudah diberikan police line. “Pelaku melakukan aksinya di seputaran lingkungan sekolah, dan sementara ini belum ditemukan video dan foto,” imbuhnya. (tim)