Settia

Hasil Autopsi, Korban Meninggal Karena Tenggelam

 Pekalongan – Satreskrim Polres Pekalongan Kota telah menerima hasil pemeriksaan autopsi dari Tim DVI Labfor Dokkes Polda Jateng, terkait teka-teki penyebab tewasnya Minhadi (28), yang jasadnya ditemukan di Sungai Slamaran, Kamis, 12 Maret lalu.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez melalui Kasatreskrim AKP Maryoto menuturkan, tim Labfor menyampaikan kalau korban meninggal dunia bukan akibat hantaman benda keras. Melainkan, korban memang meninggal dunia akibat tenggelam. “Meninggalnya korban bukan karena hantaman benda tumpul. Hasil pemeriksaan ini juga telah kita sampaikan ke keluarga korban,” ungkapnya kemarin (6/4/2020).

Sebelumnya, Jasad Minhadi (28), warga Kandang Panjang RT 01 RW 05 yang sudah seminggu dimakamkan, akhirnya diautopsi oleh Tim DVI Puslabfor Polri Cabang Semarang dan Bid Dokkes Polda Jateng, Jumat (20/3/2020) pagi. Proses autopsi dilaksanakan di TPU Beji, Pekalongan Utara.

Proses autopsi dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab meninggalnya korban, atas permintaan pihak keluarga. Sebelumnya, Minhadi ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana di Sungai Slamaran, Pekalongan Utara pada Kamis (12/3/2020) pagi oleh nelayan yang sedang mencari ikan. Dari pemeriksaan pada kondisi fisik korban, tampak ada bekas luka lebam di bagian kepala.

Adik almarhum, Yulaekha, menyatakan pihak keluarga meminta polisi melakukan autopsi terhadap jasad Minhadi, lantaran pihak keluarga menduga almarhum meninggal tidak wajar.

“Kakak saya itu orang baik. Kami selaku keluarga minta keadilan. Harapannya bisa terungkap, kematiannya karena apa. Almarhum itu orang baik, tidak ada masalah dengan siapa-siapa,” katanya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, melalui Kasatreskrim AKP Maryoto menjelaskan autopsi dilakukan atas permintaan pihak keluarga, untuk menyelidiki apa penyebab kematian Minhadi. “Kami bersama Dokkes Polda Jateng melakukan autopsi terhadap korban. Pihak keluarga minta agar dilakukan autopsi,” katanya.

Dikatakan AKP Maryoto bahwa autopsi dilakukan karena keluarga korban menduga kalau korban meninggal tidak wajar. “Sebagai aparat kepolisian kami melakukan langkah-langkah melayi masyarskat. Apa yang dimnta masyarakat, minta autopsi, kami layani, tujuannya untuk mencari tahu pnyebab meninggalnya korban,” jelasnya. (dealova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *