Handphone Penusuk Syekh Ali Jaber Dibuka, Lahh ini Isinya…

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli

EDITOR.ID, Jakarta,- Guna mencegah berbagai penafsiran negatif, dalam insiden penusukan ulama Syekh Ali Jaber, jajaran kepolisian Republik Indonesia menerjunkan berbagai institusi, mulai dari BIN hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengungkap sejelas-jelasnya apakah ada motif tertentu di balik penusukan.

Hasilnya?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme langsung bergerak. Dengan menggunakan piranti tercanggih yang dimiliki (investigation scientifik technologi), lembaga ini memprofiling, melacak jejak komunikasi dan melacak aktivitas pelaku di media sosial.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli mengatakan telah melakukan profiling terhadap pelaku penusuk Syekh Ali Jaber berinisial AA.
Dari hasil profiling, BNPT tidak menemukan keterkaitan dengan jaringan teror atau jejak komunikasi dengan orang asing tertentu.

“Sejak peristiwa itu kita juga melakukan profiling terhadap pelaku. Dari hasil pendalaman kita hari ini sampai dengan siang ini sementara tidak melihat adanya indikasi pelaku terkait dengan jaringan teror,” katanya, Selasa (15/9/2020) seperti dilansir Antara.

Tambah Boy, BNPT juga telah menelusuri jejak digital pelaku melalui akun-akun media sosial dan handphone. Sejauh ini tidak ditemukan jejak yang mengarah ke radikalisme.

“Termasuk dari kami juga menelusuri jejak digitalnya, apakah yang terkait pernah ada komunikasi atau menyampaikan atau penyebarluasan hal-hal yang terkait masalah radikal, intoleran dan sebagainya. Kami masih belum mendapatkan hal-hal yang mengarah ke arah ke sana,” ujarnya.

Kata Boy, BNPT mendorong penyidik Polri untuk terus mendalami kasus ini. Soal informasi mengenai dugaan gangguan jiwa juga perlu dibuktikan kebenarannya.

“Kami memberikan dukungan kepada penyidik di Lampung untuk melakukan pemeriksaan dengan mengundang ahli di bidang psikologi dan psikiatri, mendalami apakah memang benar mengalami gangguan jiwa. Artinya, ini sesuatu yang memang terjadi dalam kejiwaan yang bersangkutan atau hal-hal yang dibuat-buat, ini harus pendalaman oleh ahlinya,” katanya.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk oleh AA saat mengisi pengajian di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu, 13 September 2020. Syekh Ali Jaber mengalami luka pendarahan pada lengan kanan akibat tusukan pisau tersebut. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: