Gen Z Berhasil Makzulkan PM Bulgaria Rosen Zhelyazkov

Dalam aksinya Gen Z menuduh pemerintah telah gagal memberantas korupsi yang kian merajalela dan adanya pengaruh oligarki dalam pemerintahan.

PM Bulgaria belum setahun menjabat berhasil dimakzulkan lewat gelombang protes secara intensif oleh Generasi Z

Jakarta, EDITOR.ID,- Perdana Menteri Bulgaria Rosen Zhelyazkov telah mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (11/12/2025) setelah menghadapi gelombang protes dalam demonstrasi anti-korupsi yang berlangsung berminggu-minggu dilakukan oleh generasi Z (Gen Z).

Pengunduran diri Zhelyazkov dan seluruh kabinetnya dilakukan beberapa menit sebelum parlemen dijadwalkan melangsungkan pemungutan suara mosi tidak percaya.

Keputusan ini merupakan bentuk “pengakuan atas suara rakyat” yang menuntut reformasi menyeluruh dalam pemerintahan dan menentang kebijakan anggaran kontroversial yang berpotensi memicu inflasi, mereka Gen Z menuntut PM dimakzulkan.

Protes besar-besaran ini, yang sebagian besar dimotori oleh Gen Z, telah menyebabkan krisis politik baru di Bulgaria.

Bulgaria telah mengalami ketidakstabilan politik dengan tujuh pemilihan umum dalam empat tahun terakhir. Aksi gelombang protes intens dilakukan oleh Gen Z Bulgaria

Gen Z memprotes jaminan sosial dan pajak dividen, meskipun pemerintah telah menarik usulan tersebut sebelumnya, dianggap rancangan anggaran belanja negara tahun 2026 kontroversial.

Dalam aksinya Gen Z menuduh pemerintah telah gagal memberantas korupsi yang kian merajalela dan adanya pengaruh oligarki dalam pemerintahan.

Setiap gelombang aksi protes Gen Z mengumandangkan yel-yel menyerukan ketidakpuasan terhadap korupsi dan situasi politik yang tidak stabil.

Gen Z juga memprotes kebijakan ekonomi, termasuk kenaikan pajak yang tidak populer dianggap sebagai upaya menutupi korupsi yang merajalela, meskipun pemerintah telah menarik rancangan anggaran tersebut.

Pernyataan Resmi yang disiarkan televisi, PM Zhelyazkov mengonfirmasi memenuhi tuntutan Gen Z dalam keputusannya menyatakan, “Kami mendengarkan dengan hati dan dengan kesadaran penuh. Tuntutan rakyat adalah pemerintah harus mundur, dan kami memenuhi permintaan itu”.

Pengunduran diri ini terjadi kurang dari setahun sejak ia menjabat dan hanya beberapa menit sebelum parlemen dijadwalkan mengadakan mosi tidak percaya terhadap pemerintahannya.

Setelah Rossen Zhelyazkov mengundurkan diri, Presiden Rumen Radev meminta partai-partai di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru, atau ia akan membentuk pemerintahan sementara hingga pemilihan umum baru diadakan. (*)

Leave a Reply