Jakarta, EDITOR.ID,- Publik dibuat terkejut. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih ada hubungan keluarga dengan Mohammad Riza Chalid. Riza Chalid adalah buronan kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Persero.
Namun Qodari menyatakan Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan kepada aparat hukum agar jangan ada satupun yang kebal hukum. Prabowo menyatakan komitmen pemerintahannya tidak ada pihak yang tak dapat tersentuh hukum.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Qodari dalam dialog di Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (22/10/2025).
“Kalau soal hukum, presiden sudah berkali-kali menegaskan bahwa pada hari ini tidak ada yang untouchable ya, kalau bicara hukum,” ujar Qodari
“Kita sudah melihat bagaimana presiden sangat tegas dalam berbagai kasus, misalnya soal potensi korupsi di Pertamina. Riza Chalid yang notabene selama ini dianggap tidak tersentuh tetapi sekarang buron,” kata Qodari.
“Kemudian anaknya Riza Chalid sekarang sedang berproses hukum, padahal sebetulnya pada saat itu masih ada hubungan saudara dengan Prabowo melalui keponakan masing-masing.”
Selain diproses hukum, Qodari menuturkan, pada pemerintahan Presiden Prabowo hasil rampasan dari para pelaku korupsi benar-benar dikembalikan untuk negara. Selanjutnya, uang tersebut akan digunakan untuk program-program yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Betul-betul kerugian negara itu disita dan uangnya itu dikembalikan dan uangnya akan digunakan untuk program-program yang saya sudah sebutkan tadi, termasuk pengembangan sumber daya manusia dan seterusnya,” mantan founder Indo Barometer, sebuah lembaga survei politik.
“Jadi saya kira jelas dan tegas bahwa di era Pak Prabowo ini kegiatan penegakan hukum itu betul-betul berjalan dengan maksimal dan dan optimal. Itu semua ditunjukkan untuk mengembalikan kekayaan negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar M Qodari sebagaimana dilansir dari Kompas TV.
Sebagai informasi, Mohammad Riza Chalid memang dikenal memiliki reputasi sebagai trader atau pedagang minyak dan gas. Ia diduga memanfaatkan pengaruhnya untuk membujuk petinggi Pertamina agar menyewa terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) melalui penunjukan langsung.
Atas dasar itu, Mohammad Riza Chalid dan anaknya, Muhammad Kerry Adrianto Riza disangka terlibat dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina periode 2018-2023. Ia diduga memperkaya diri hingga Rp2,9 Triliun dari pengaturan sewa terminal.
Kini, Mohammad Riza Chalid masuk dalam daftar tersangka kasus korupsi yang buron. Sementara anaknya kini menjalani proses hukum dalam persidangan.***












