Jakarta, EDITOR.ID,- Sangat dramatis dan mencekam! Aksi ekstrem dilakukan relawan dan warga untuk menyelamatkan saudaranya yang terisolasi di lokasi bencana banjir dan tanah longsor paling parah di jalur Bireuen menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Jembatan Teupin Mane mengalami putus dan hancur secara total. Padahal jembatan ini bagi warga merupakan akses vital penghubung jalur kedua kabupaten ini.
Aksi ekstrim ini menjadi simbol ketangguhan warga dan relawan di tengah keterbatasan alat untuk menyambung kembali jembatan yang telah putus agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Aksi relawan tersebut viral di media sosial. Ia melakukan evakuasi dramatis menggunakan seutas kabel sling pada Desember 2025 setelah banjir bandang dan tanah longsor memutus akses jalan utama di Kabupaten Bener Meriah. Aksinya menarik perhatian publik.
Aksi tersebut dinilai ekstrim, lokasi peristiwanya di Kecamatan Bandar pada Desember 2025 menjadi simbol perjuangan warga Bener Meriah di tengah lumpuhnya infrastruktur akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Seorang relawan bernama Herman Bahgie Bertona (Hermansyah) bersama warga Kecamatan Bandar, berinisiatif mengevakuasi warga menyeberangkan mereka yang terisolasi dengan menggunakan peralatan sederhana secara swadaya.
Dalam mengevakuasi penyelamatan warga, Hermansyah memprioritaskan terlebih dahulu kelompok rentan, yaitu ibu hamil, balita sakit, dan lansia, kemudian dilanjutkan pengiriman logistik darurat.
Hermansyah mengandalkan seutas kabel sling mengingat berpengalaman dengan metode penyelamatan tersebut dikenal disebut sling load via helikopter untuk mendistribusikan bantuan energi (LPG) dan logistik ke wilayah terisolasi.
Metode itu meski tergolong ekstrim, pihak Kecamatan Bandar akhirnya mengijinkan dan secara swadaya menginisiasi penggunaan peralatan sederhana tersebut untuk membantu mobilitas warganya yang masih terisolasi.
Guna mempercepat pemulihan akses jalan yang lumpuh, pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana hingga 23 Desember 2025.(*)












