Jakarta, EDITOR.ID,- Dr H Anwar Hafid.M.Si terpilih secara aklamasi sebagai Ketua umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) periode 2026-2031. Pemilihan berlangsung di Hotel Mercure Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan,17 Januari 2026.
Mayoritas peserta pada Forum Musyawarah Nasional Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) ke-8 memilih secara aklamasi Gubernur Sulawesi Tengah tersebut.
Dr H Anwar Hafid.M.Si menggantikan Dr Drs Bachtiar yang telah berakhir masa jabatan sebagai ketua umum MIPI
Dr Drs Bahtiar M.Si yang sekarang menjadi staf Ahli menteri Dalam Negeri.
Ketua Bidang Humas dan Publikasi MIPI sekaligus Ketua Dewan Redaksi Asri Hadi menyampaikan ucapan Selamat atas terpilihnya Gubernur Sulawesi Tengah Dr H Anwar Hafid.M.Si sebagai Ketum MIPI.
“Kami menyampaikan ucapan Selamat kepada Bapak Anwar Hafid sebagai Ketua Umum MIPI. Semoga dalam menjalankan amanah ini Bapak Anwar senantiasa diberikan kelancaran dan kesehatan,” katanya.
Anwar Hafid, lahir 14 Agustus 1969, adalah seorang Birokrat dan juga politikus Indonesia lulusan APDN (sekarang IPDN). Kemudian melanjutkan pendidikan dan lulus S3 di IPDN
“Anwar Hafid meniti karirnya mulai dari menjadi Kepala Desa,sampai menjadi Bupati dua periode di Morowali. Kemudian juga pernah menjadi anggota DPR RI dari fraksi Demokrat. Sekarang beliau menjadi Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025-2030,” ujar Asri Hadi.
Anwar Hafid dengan jabatan saat ini sebagai Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Reny Lamadjido. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 setelah dinyatakan terpilih pada Pemilihan umum Gubernur Sulawesi Tengah 2024.
Sebelumnya, Anwar menjabat sebagai Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat sejak 2019 hingga 2024, ditempatkan di Komisi V (Sebelumnya di Komisi IX dan Komisi II).
Ia mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Anwar pernah menjabat sebagai Bupati Morowali dari 2007 hingga 2018, dan sebagai Asisten Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur.
Anwar mengawali kariernya di dunia politik dari tahun 2007 saat maju sebagai calon Bupati Morowali dan berhasil terpilih. Kesuksesan di periode pertama memimpin Morowali kembali mengantarkannya untuk memimpin Morowali di periode kedua (2013–2017) melalui kemenangan besar di Pilkada Morowali 2012.
Menjelang pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah pada tahun 2015 lalu, nama Anwar Hafid ramai diperbincangkan sebagai salah satu orang berindikasi kuat untuk memimpin Sulteng. Namun dia memilih menuntaskan tugasnya sebagai Bupati Morowali daripada ikut bertarung dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tengah. Anwar mengatakan bahwa masih banyak tugas yang belum diselesaikan di Morowali.
Anwar Hafid adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah sampai bulan Juli 2015. Pada bulan Juli, Anwar Hafid dan Talitti Paluge diganti secara mendadak oleh DPP Demokrat menjelang pendaftaran calon gubernur untuk Pilkada serentak serentak bulan Desember 2015.
Pada tanggal 18 Januari 2016, Anwar Hafid kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sulawesi Tengah (DPD-PD Sulteng) periode 2016–2021. Anwar Hafid terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) III DPD-PD Sulteng yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kebijakan
Selama menjabat pada periode pertama (2007–2012), dia melakukan beberapa kebijakan. Hal yang paling menonjol di periode pertama kekuasaannya adalah digulirkannya program Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis.
Pada tahun 2008, ketika kabupaten lain masih merancang, di Morowali telah dijalankan program Pendidikan Gratis dari SD hingga SMA. Program Kesehatan Gratis pun masih dijalankan hingga hari ini.
Di periode kepemimpinannya yang kedua (2013–2018), program Pendidikan dan Kesehatan Gratis masih tetap bergulir. Di sektor pendidikan, putera-puteri Morowali bisa berkuliah dengan mudah, dengan terobosan yang dilakukan oleh Anwar periodenya yang kedua, yaitu Kuliah Gratis.
Riwayat Pendidikan
Anwar menempuh pendidikan di SD Negeri Wosu (1976–1982), SMP Negeri 1 Bungku (1982–1985), SMA Negeri 1 Poso (1985–1988), D3 Pemerintahan, APDN Ujung Pandang (1988–1991), S-1 Ilmu Pemerintahan, Universitas Hasanuddin (1991–1994), S-2 Ilmu Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia (2009–2011), dan S-3 Ilmu Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2021–2023).
Riwayat Jabatan
Ketika berstatus aparatur sipil negara, Anwar pernah menjabat sebagai Kepala Desa Rantebala, Kab. Luwu (1992–1997), Sekcam Mangkutana, Kab. Luwu (1998–1999), Kasubbag Pemerintahan Pemkab Luwu (1999–2000), Camat Towuti, Kab. Luwu Utara (2000–2003), Camat Nuha, Kab. Luwu Timur (2003–2005), Kabag Pemerintahan Setda Kab. Luwu Timur (2005–2006), dan Asisten I Bagian Pemerintahan Setda Kab. Luwu Timur (2006–2007).
Pada tahun 2007, Anwar terpilih sebagai Bupati Morowali dan kembali terpilih dengan jabatan yang sama di periode kedua pada tahun 2013 hingga 2018.
Pada Pemilu 2019, Anwar terpilih sebagai Anggota DPR-RI Fraksi Demokrat untuk periode 2019–2024. Kemudian pada pilkada serentak 2024, Anwar terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah masa jabatan 2025–2030 dan dilantik pada 20 Februari 2025.
Riwayat Organisasi
Anwar dikenal aktif dalam beberapa organisasi, termasuk kepengurusan Partai Demokrat, di antaranya sebagai Ketua Komda Al Khairaat Morowali (2007–2024), Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng (2013–2024), dan Ketua Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) (2018–2024). ****












