Awas! Ada Grand Design Politik Besar Untuk Jatuhkan Jokowi Pake Isu Ijazah dan Pemakzulan

Menurut Jokowi agenda besar politik ini direncanakan untuk mendegradasi reputasi dirinya agar buruk di mata masyarakat.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi Sumber Foto : SoloPos

Jakarta, EDITOR.ID,- Isu ijazah palsu Jokowi dan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang selama ini secara massif dimunculkan dan diramaikan melalui narasi di media sosial, disinyalir bagian dari operasi klandestain untuk menjatuhkan Jokowi dan keluarganya. Isu Ijazah dan Pemakzulan sengaja dimunculkan secara massif untuk mendowngrade Jokowi.

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengungkap kecurigaannya terkait kemunculan narasi ijazah palsu hingga pemakzulan Gibran secara bergelombang. Jokowi curiga ada agenda besar politik di balik kedua polemik tersebut.

Namun Jokowi tidak mengungkap siapa mastermind yang mensponshori pemunculan isu Ijazah Jokowi dan Pemakzulan Gibran. Yang jelas, kedua isu ini menjadi polemik dan mengadu domba antar warga bangsa. Ada yang pro Jokowi dan ada yang terus menyerang Jokowi.

“Saya berperasaan, memang kelihatannya ada agenda besar politik. Dibalik isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, dilansir detikJateng, Senin (14/6/2025).

Jika isu ini dibiarkan terus digoreng dan dimainkan tak menutup kemungkinan akan berpotensi mengganggu stabilitas politik. Dan sang aktor intelektual yang memainkan kedua isu tersebut bisa tertawa karena targetnya tercapai.

Menurut Jokowi agenda besar politik ini direncanakan untuk mendegradasi reputasi dirinya agar buruk di mata masyarakat.

“Ini perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade,” ujar dia.

Kendati demikian, dia mengaku santai dan tidak memusingkan adanya upaya-upaya tersebut.

“Buat saya biasa-biasa aja lah. Saya kira ada agenda besar politik,” ujarnya.

Dari perjalanan politik Jokowi setelah pensiun, saat ini dia tidak tergabung dalam partai politik.

Jokowi sempat menjadi rebutan sejumlah partai politik (parpol) karena pamor dan power-nya yang banyak mendulang simpati masyarakat.

Terbaru, Jokowi sempat tertarik menjadi Ketua Umum PSI. Namun, niatan itu urung dilaksanakan. Dia mengaku kursi ketum seharusnya diberikan kepada kader-kader muda PSI.

Jokowi juga menyinggung soal isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang tidak lain merupakan putra sulungnya.

“Termasuk itu (isu pemakzulan) jadi ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres, saya kira ada agenda besar politik,” ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menyatakan dirinya merespons itu secara biasa saja. “Ya buat saya biasa-biasa aja lah dan biasa, ya bisa,” imbuh dia.

Pengamat politik dari Indonesia Public Wach Integrity (IPWI) Edi Winarto menilai isu pemakzulan dan ijazah palsu Jokowi memang sengaja ditiup-tiupkan dengan berbagai tema narasi agar fitnah ini tetap muncul di media.

Dan bahkan media juga memberikan panggung kepada orang-orang yang memang sejak awal terus membangun narasi dan berisik menyuarakan ijazah palsu Jokowi.

“Apa yang disampaikan pak Jokowi itu benar seratus persen. Tidak ada yang salah. Jika melihat pola dan skenario yang dimunculkan, sejak awal saya sudah menduga ini bagian dari grand design besar untuk menjatuhkan Pak Jokowi dan mentarge mas Gibran,” ujar Edi Winarto.

Edi Winarto berpandangan target sang dalang dari skenario ini adalah menghabisi kekuatan dan dukungan publik terhadap Jokowi.

“Tidak bisa dinafikkan setelah purna tugas dari jabatan Presiden, Pak Jokowi masih punya pendukung besar dan militan. Dan itu sangat terbukti. Hampir setiap hari kediaman beliau tak pernah sepi dari tamu dan kunjungan warga dari berbagai daerah,” tegasnya.

“Hal itu sebagai tanda pak Jokowi masih dicintai rakyatnya dalam cakupan luas,” imbuhnya.

Isu Pemakzulan Gibran

Isu pemakzulan Gibran mencuat setelah keluar pernyataan sikap dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI, April 2025 lalu.

Saat itu Forum Purnawirawan Prajurit TNI secara terbuka mengeluarkan delapan tuntutan. Salah satunya adalah mengusulkan kepada MPR untuk mengganti Wapres Gibran Rakabuming Raka karena proses pemilihannya dianggap melanggar hukum.

Salah satu yang menandatangani itu adalah mantan Wapres Try Sutrisno. Ada pula nama sejumlah purnawirawan lain seperti Fachrul Razi, Tyasno Soedarto, Slamet Soebijanto, dan Hanafie Asnan.

Tuntutan ini masih berproses. Terbaru, mereka mengirimkan surat tuntutan ke MPR, DPR dan DPD meminta mereka untuk menindaklanjutinya secara politik.

Isu Ijazah Jokowi Sengaja Digaduhkan

Sementara polemik ijazah S1 Jokowi sudah muncul sejak lama. Polemik ini timbul tenggelam. Kemunculan polemik ini biasanya menjelang pemilu, ketika Jokowi mencalonkan diri.

Kini, setelah lengser, polemik kembali muncul. Sejumlah orang melaporkan dugaan ijazah palsu Jokowi ke polisi. Jokowipun melaporkan sejumlah orang karena alasan dugaan pencemaran nama baik, terkait polemik ijazah.

Universitas Gadjah Mada (UGM) tempat Jokowi menimba ilmu saat kuliah, telah menyatakan keaslian ijazah Jokowi. (tim)

Leave a Reply