Asri Hadi Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya Ayahanda Kepala Bakom M Qodari

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga di Perumahan Pesona Depok Estate, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Asri Hadi Melayat ke Kediaman Muhammad Qodari. Disambut hangat oleh tuan rumah.

Jakarta, EDITOR.ID,- Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi menyampaikan ucapan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Ayahanda Kepala Bakom M Qodari bernama Sulaiman Said. Asri Hadi adalah sahabat dekat Qodari sama-sama alumni Universitas Indonesia (UI).

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Muhammad Qodari di Perumahan Pesona Depok Estate, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Asri Hadi ikut melayat dan memberikan ucapan duka cita langsung di kediaman Muhammad Qodari. Kedatangan Asri Hadi disambut langsung oleh tuan rumah dengan ramah.

“Innalilahi wa Innalilahi Rojiun. Kami turut menyampaikan ungkapan duka cita. Dan kami mendoakan agar segala amal ibadah almarhum dapat diterima di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ujar Asri Hadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Rencananya, jenazah H Sulaiman Said bin Muhammad Said akan disalatkan setelah salat Subuh dan dimakamkan pada Rabu (24/6/2026) pagi di lokasi pemakaman yang tidak jauh dari kediaman keluarga di Depok.

Kabar duka pertama kali datang dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Ayahanda Kepala Bakom M Qodari bernama Sulaiman Said meninggal dunia.

Informasi duka ini juga disampaikan Bakom RI lewat unggahan di media sosialnya. Ayah dari M Qodari tersebut meninggal dunia hari ini.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, turut berduka cita atas berpulangnya H. Sulaiman Said bin M. Said, Ayahanda Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari,” tulis unggahan IG Bakom RI seperti dilihat, Selasa (23/6/2026).

Ayahanda Qodari diketahui meninggal di usia 79 tahun. Jenazah akan dimakamkan besok.

“Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis Bakom RI. ***

Kabar wafatnya H Sulaiman Said segera menyebar dan mengundang kehadiran para pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan almarhum.

Ucapan belasungkawa juga terus mengalir dari berbagai kalangan yang mengenal almarhum maupun keluarga Muhammad Qodari.

Muhammad Qodari mengungkapkan, berdasarkan keterangan perawat dan keluarga, sang ayah masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum meninggal dunia.

Almarhum sempat mandi dan bersiap menunaikan salat Asar. Namun, setelah duduk di kursi, kondisinya mendadak berubah hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

“Beliau aktivitas seperti biasa. Habis mandi mau salat Asar, duduk di kursi, lalu kondisinya berubah. Dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan dan di IGD dinyatakan sudah berpulang. Secara umum kondisi kesehatannya baik, tidak ada riwayat penyakit jantung maupun kanker,” kata Muhammad Qodari.

Menurut Qodari, kepergian sang ayah menjadi kehilangan besar bagi keluarga. Ia mengenang almarhum bukan hanya sebagai seorang ayah, tetapi juga guru pertama yang membimbingnya dalam kehidupan.

Di mata Muhammad Qodari, H Sulaiman Said merupakan pribadi yang penuh perhatian, humoris, dan memiliki hubungan yang hangat dengan masyarakat di sekitarnya.

Almarhum juga menjadi sosok yang mengajarkan banyak hal sejak masa kecil, termasuk dalam hal pendidikan agama dan membaca.

Kedekatan almarhum dengan lingkungan sekitar membuat banyak warga turut merasa kehilangan atas kepergiannya.

Sejumlah kerabat, sahabat, tokoh masyarakat, hingga pejabat tampak hadir di rumah duka. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan kepada sosok H Sulaiman Said yang dikenal ramah, mudah bergaul, dan dekat dengan berbagai kalangan masyarakat. ***

Leave a Reply