Kebakaran Besar Lapas Tangerang, Korban Bertambah 44 Tewas

kebakaran lapas tangerang. (foto dok. istimewa)

EDITOR.ID, Tangerang,- Kebakaran besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menyisakan duka mendalam. Setelah sebelumnya dikabarkan 41 napi tewas kini korban bertambah menjadi 44 orang meninggal. Dan puluhan luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kebakaran ini merupakan musibah terbesar sepanjang sejarah Lembaga Pemasyarakatan.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham mengabarkan ada tiga orang lagi penghuni Lapas Kelas I Tangerang yang meninggal dunia.

Dengan begitu, total ada 44 korban jiwa dalam tragedi Lapas Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari itu.

petugas membawa keluar jenazah korban kebakaran foto berita satu
petugas membawa keluar jenazah korban kebakaran foto berita satu

Menurut penjelasan pihak Ditjen PAN, tiga orang dari delapan narapidana (napi) yang sebelumnya dirawat mengembuskan napas terakhir pada Kamis (9/9/2021).

“Hadiyanto bin Ramli, Adam Maulana bin Yusuf Hendra dan Timothy Jaya bin Siswanto,” kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Apriyanti saat dikonfirmasi.

Rika menjelaskan ketiga orang napi yang dirawat di RSUD Tangerang itu sebelumnya menderita luka bakar bersama lima orang lainnya. Dua korban terakhir sempat luka parah sebelum akhirnya meninggal pada pukul 03.00 WIB dan 05.00 WIB. Kemudian, disusul korban ketiga pukul 07.00 WIB.

Humas RSUD Kabupaten Tangerang dr. Hilwani mengatakan, korban terakhir meninggal pukul 07.00 WIB dengan kondisi luka bakar ketiganya mencapai 98 persen.
“Total yang meninggal ada tiga pasien dengan luka bakar semua di atas 80 persen, dan 90 persen,” katanya.

Ketiga korban kini sudah dibawa ke pemulasaraan jenazah. Selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Identitas korban juga sudah diketahui yaitu T (46), A (30), H (50). Sementara korban lainnya hingga saat ini masih dirawat di ruang ICU. “Sisanya masih dirawat intensif dengan kondisi kritis,” ujarnya.

Kebakaran besar ini melanda blok C Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu dinihari pukul 01.45 WIB. Diduga penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Sebanyak 41 narapidana di Lapas kelas 1 Tangerang tewas akibat insiden kebakaran yang terjadi Rabu dini hari itu.

Api membakar lapas yang berlokasi di Jalan Veteran No 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang tersebut sekitar pukul 01.45 WIB.

Sementara itu, 78 korban mengalami luka berat dan harus dirawat di RSUD Tangerang, sedangkan korban luka ringan dirawat oleh tim medis Lapas. Saat ini, situasi sudah terkendali.

Ledakan Muncul di Area Kebakaran, Warga Mencekam

Saking besarnya api yang melalap ruang penjara, ledakan terjadi disana sini. Beberapa warga yang bertempat tinggal di sekitar Lapas Kelas I Tangerang mengaku mendengar suara ledakan, sebelum terjadi kebakaran hebat yang menewaskan puluhan narapidana.

ilustrasi kebakaran (foto antara ho twitter humasjakfire)
ilustrasi kebakaran (foto antara ho twitter humasjakfire)

Mujiarto, salah seorang warga yang tinggal di belakang Lapas Kelas I Tangerang, mengatakan sempat mendengar ledakan sebelum melihat api yang membesar.

“Ledakan dengar, tapi gak kenceng, waktu itu saya lagi beres-beres warung. Pas ngecek ke depan (rumah), gak taunya kebakaran di dalam lapas,” katanya saat disambangi wartawan di warungnya, Kamis, 9 September 2021.

Ia melihat jelas, kobaran api yang cukup besar berada di dalam lapas, tepatnya area sel. “Saya kurang lebih tahu area dalamnya, sel itu ada di sebelah kanan cuma bukan dipojokkan, itu yang kebakaran. Makanya, pas lapas kebakaran, warga gak ada yang ngungsi, karena kan jarak dari ruang sel, terus tembok batas dalam, dan tembok batas luar antara lapas dan rumah warga itu jauh, jadi kita gak takut,” ujarnya.

Meski mendengar ledakan, ia mengaku tidak mendengar adanya suara teriakan para korban. “Kalau teriakan gak denger, karena kan jauh juga lokasinya, cuma denger ledakan kecil aja,” ujarnya.

Kapolda Metro Turun Lihat Lokasi Kebakaran

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran langsung meninjau kebakaran tersebut.

“Iya benar tadi sekitar pukul 01.45 WIB ada kebakaran di dalam Lapas Kelas I Tangerang yang terjadi di blok C2. Dan akibat kejadian tersebut ada korban luka dan meninggal. Korban meninggalnya berjumlah 41 orang dan puluhan lainnya luka-luka,” ungkap Kapolda.

lapas tangerang terbakar foto kompas tv
lapas tangerang terbakar foto kompas tv

Saat ini, penyebab terbakarnya lapas yang berusia kurang lebih 49 tahun itu masih terus diselidiki pihak terkait. Meski belum bisa menerangkan penyebab, berdasarkan keterangan dan penyidikan awal, kebakaran tersebut terjadi karena konsleting listrik.

“Kebakaran dugaan awalnya terjadi karena konsleting listrik. Dan kebakaran itu terjadi selama kurang lebih 2 jam dan sekarang sudah bisa diatasi oleh petugas damkar dan petugas dari Dirjen Pas dan juga kepolisian,” lanjutnya.

Kapolda menyatakan kondisi lapas saat ini sudah aman terkendali dan telah kondusif.

“Saat ini kondisi sudah terkendali, warga binaan yang selamat di blok tersebut sudah dipindahkan sementara, sedangkan yang luka-luka sudah di bawa ke RS Sitanala dan RSU Kabupaten Tangerang demikian juga dengan yang meninggal semuanya sudah dievakuasi,” tandasnya.

Cerita Pilu Napi Narkoba Tewas Keluarga Syok

Mengetahui adanya informasi korban tewas hingga puluhan orang, warga yang miliki sanak saudara narapidana dan di tahan di Lapas Tangerang, mengaku syok dan pasrah.

Warningsih (48) mendengar kabar kakak kandungnya Hadiyanto (51) menjadi salah satu korban kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang pada Rabu 8 September 2021, dirinya pun langsung syok mengetahui informasi tersebut.

Ditemui di rumahnya di Jalan Lontar IV nomor 44, RT 13/04 , Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu 8 September 2021, Warningsih mengaku belum mengetahui sama sekali kabar mengenai kakaknya yang narapidana.

Warningsih pun bergegas menyalakan televisinya untuk memastikan kebenaran kabar terbakarnya Lapas Tangerang, tempat kakaknya ditahan tersebut, dan kemudian menghubungi istri dan anak korban.

“Saya adik kandung. Soal info kebakaran di lapas saya nggak tahu. Belum ada yang menghubungi,” ujar Warningsih dengan wajah panik.

Warningsih mengaku sejak kakak kandungnya dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Lapas Kelas 1 Tangerang pada tahun 2020, hampir hilang kontak dan belum sempat menjenguknya.

“Pas dia sudah pindah di Tangerang saya enggak pernah nengokin. Kalau pas di Cipinang saya masih nengokin,” ujarnya.

Warningsih mengatakan kakaknya itu memiliki satu orang anak perempuan yang saat ini sudah berkeluarga.

Sejak kakaknya masuk ke lembah narkoba, ekonomi dan kehidupan keluarganya seperti terpuruk dan harus menjual rumah mewahnya di kawasan Koja. ?Sekarang istri kakak saya tinggal di rumah kontrakan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.? ujarnya. (tim)

Leave a Reply