Jakarta, EDITOR.ID,- Baru sehari memimpin Korps Bhayangkara, Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto langsung bikin gebrakan. Mantan Kepala BNN itu merombak dan menggeser 88 perwira tinggi. Menariknya dalam gerbong rotasi dan mutasi tersebut ada 19 Kapolda dicopot dan diganti dengan wajah baru.
Langkah cepat ini langsung mengundang perhatian publik dan internal Korps Bhayangkara. Mutasi besar-besaran tersebut tertuang dalam rotasi perdana yang mencakup total 88 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).
Keputusan mendadak ini dianalisis sebagai sinyal kuat dari Jenderal Suyudi untuk langsung tancap gas melakukan penyegaran organisasi, memperketat pengawasan internal, serta menjawab berbagai tantangan kamtibmas yang semakin kompleks di era kepemimpinannya.
Tak butuh waktu lama bagi perwira tinggi bintang empat lulusan Akpol 1994 ini untuk menunjukkan taringnya. Hanya berselang sehari setelah memegang tongkat komando Tribrata 1, Jenderal Suyudi langsung merombak total jajaran petinggi kepolisian daerah. Sebanyak 19 posisi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) resmi dicopot dan diganti dengan wajah-wajah baru.
Mutasi tersebut menjadi bagian dari perombakan 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Salah satu pergantian yang menjadi sorotan yakni posisi Kapolda Metro Jaya. Jabatan tersebut kini diisi Irjen Pol Dadang Hartanto menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya, Dadang menjabat Kapolda Maluku.
Sementara itu, Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya mendapat penugasan baru sebagai Irwasum Polri.
Pergantian juga terjadi di Polda Kepulauan Riau. Irjen Pol Asep Safrudin yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepri kini mendapat promosi menjadi Kabareskrim Polri.
Posisi Kabareskrim sebelumnya dijabat Komjen Pol Syahardiantono yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri untuk penugasan pada Kantor Staf Presiden (KSP).
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Selain Kapolda Metro Jaya, sejumlah Kapolda lain juga bergeser dalam mutasi yang dilakukan Suyudi.
Daftar 19 Kapolda yang Dimutasi
Berikut daftar 19 Kapolda yang mendapat penugasan baru dalam mutasi tersebut:
1, Kapolda Metro Jaya: Irjen Pol Dadang Hartanto
2, Kapolda Maluku: Irjen Pol Suwondo Nainggoan
3, Kapolda Kepulauan Riau: Irjen Pol Suhendri
4, Kapolda Riau: Irjen Pol Arman Achdiat
5, Kapolda Nusa Tenggara Timur: Irjen Pol Reza Arief Dewanto
6, Kapolda Jawa Barat: Irjen Pol Hengki
7, Kapolda Banten: Brigjen Pol Hendra Kurniawan
8, Kapolda Jawa Tengah: Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan
9, Kapolda Jawa Timur: Irjen Pol Dekananto Eko Purwono
10, Kapolda Bali: Brigjen Pol Pasma Royce
11, Kapolda Sumatera Barat: Irjen Pol Jawari
12, Kapolda Sulawesi Selatan: Irjen Pol M. Awal Chairuddin
13, Kapolda Jambi: Irjen Pol Widodo
14, Kapolda Gorontalo: Irjen Pol Nurworo Danang
15, Kapolda Sumatera Utara: Brigjen Pol Sonny Irawan
16, Kapolda Sumatera Selatan: Brigjen Pol Rony Samtana
17, Kapolda Sulawesi Tengah: Irjen Pol Rizal Irawan
18, Kapolda Sulawesi Barat: Irjen Pol Totok Suharyanto
19, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta: Irjen Pol Langgeng Purnomo
70 Personel Dapat Promosi
Isir mengatakan, dari total 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru.
Mutasi tersebut juga mencakup 21 personel yang mendapatkan kenaikan tingkat kepangkatan serta penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen.
Selain jajaran Kapolda, sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri juga mengalami pergantian.
Di antaranya Komjen Pol Asep Edi Suheri sebagai Irwasum Polri, Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol Asep Safrudin sebagai Kabareskrim Polri, dan Irjen Pol Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri.
Isir mengatakan, para pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya. *****












