Jakarta, EDITOR.ID,- Model seksi Ayu Aulia membantah tegas dihamili seorang pejabat. Apalagi menyebut nama pejabat tersebut di media sosial. Ayu juga membantah ada tekanan dari pihak tertentu hingga dirinya memberikan klarifikasi. Ia mengaku hanya ingin fokus menjalani pengobatan.
“Nggak ada sih. Semuanya luapan emosional aja,” ujar Ayu Aulia saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, kemarin.
Pengakuan Ayu dihamili pejabat sempat heboh di media sosial. Isu ini sempat ramai dan jadi perbincangan publik.
Ayu menyebut dirinya tidak pernah merasa membuat sensasi demi mencari perhatian.
Namun kini Ayu mengklarifikasi isu tersebut tidak benar dan menyebut kondisi itu terjadi karena pengaruh obat setelah menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi akibat tumor ganas dan adenomiosis yang menyebar. Ayu pun meminta maaf jika ada pihak tertentu yang merasa terbawa-bawa dengan masalahnya.
“Saya mohon maaf untuk pihak-pihak terkait yang merasa namanya mungkin terbawa-bawa,” ujar Ayu.
Dalam kesempatan ini Ayu juga menepis kabar soal isu dirinya berhenti mendapatkan transferan uang dari pihak tertentu hingga akhirnya buka suara.
“Nggak ada. Saya nggak ada ditransfer-transfer. Saya pakai uang sendiri. Saya ke sini kalau belum ditransfer, nggak bisa terakhir makan dong… Benar nggak?” tegas Ayu.
Ditambahkan Ayu, berbagai isu kontroversial kerap dikaitkan dengan dirinya karena statusnya sebagai figur publik. Ayu mengaku sudah terbiasa menerima hujatan dari publik.
“Apalagi sifat saya kontroversi ya… hujatan semua ini. Kayak kok nggak ada yang kasihan gitu,” ucap Ayu.
Meski begitu, Ayu memilih menjalani semuanya dengan tenang. Ia menegaskan tidak pernah menyebut identitas penjabat siapa pun terkait isu yang berkembang.
“Saya tidak pernah mengungkapkan identitas siapa pun, saya tidak pernah memberikan nama siapapun,” tegas Ayu Aulia.

Pengaruh Obat Jadi Ngelantur
Pada kesempatan yang sama Kuasa hukum Ayu, Herdiyan Saksono menjelaskan kliennya tengah menghadapi penyakit serius dan habis operasi pengangkatan rahim (histerektomi) akibat tumor ganas dan adenomiosis yang menyebar, sehingga emosinya tidak stabil.
Herdiyan menyebut respons Ayu di media sosial hanya bentuk keresahan pribadi yang kemudian berkembang liar di publik.
“Saya di sini mewakili klien saya, Ayu Aulia, untuk mengklarifikasi berita yang sudah sangat-sangat liar,” kata Herdiyan Saksono di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2026) malam.
Menurut Herdiyan, kondisi kesehatan Ayu memengaruhi unggahan-unggahan yang dibuat di media sosial. Terlebih penyakit yang diidap lumayan serius.
“Sebetulnya kan ada pihak-pihak yang secara tidak langsung dan langsung menjadi korban dari keresahan klien saya karena memang penyakit yang diidapnya ini cukup serius dan butuh perhatian lebih, sehingga dicurahkan melalui story Instagram,” ujarnya.
Ia berharap klarifikasi tersebut bisa menghentikan spekulasi liar yang berkembang di internet.
“Yang beredar ya yang ada R, ada MR, ada RK, ada RKS, ada RHS dan lainnya, mohon maaf bahwa klien saya itu dalam keadaan kurang sehat,” lanjut Herdiyan.
Herdiyan menegaskan tidak ada hubungan langsung antara inisial-inisial yang sempat disebut Ayu dengan sosok tertentu.
“Itu adalah luapan kegundahan hati dari Ayu ini. Apakah memang ada person-nya? Betul memang ada person. Tapi apakah ada hubungan langsung? Saya pikir itu bisa saya bantah kali ini,” jelasnya.
Ia juga menyebut kondisi Ayu dipengaruhi pengobatan yang dijalani terkait penyakit di organ reproduksi.
“Pengaruh dari pengobatannya lah. Jadi agak ngelantur sedikit begitu,” kata Herdiyan.
Herdiyan menilai berbagai komentar netizen merupakan bagian dari dinamika media sosial. Komentar dan tudingan itu tidak bisa dikendalikan.
“Artinya kan, kalau namanya media sosial, apalagi netizen itu Maha Benar. Artinya kita tidak bisa menyalahkan maupun membantah. Itu bagian dari dinamika yang ada di masyarakat. Klien saya ini kan public figure,” ujar Herdiyan. ***















