Buruh Tani di Ponorogo Ditemukan Tewas Gara-Gara Jatuh dari Pohon Durian Setinggi 12 Meter

Diduga terpeleset, korban jatuh namun tersangkut dan terjepit di percabangan pohon pada ketinggian 7 meter. Korban memanjat pohon durian setinggi 12 meter milik Sutarto warga Dukuh Glodek, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Ngebel, untuk menyemprot buah durian agar terhindar dari hama.

Korban ditemukan oleh saksi bernama Slamet. Setelah dievakuasi oleh warga, korban dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Ngebel menunjukkan luka robek di dahi, hidung, dan memar di betis akibat benturan keras (trauma kepala).

Ponorogo, Jatim, EDITOR.ID,- Nasib malang dialami oleh petani bernama Jikun (65), warga Desa Sugihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.  Pria lanjut usia ini tewas akibat jatuh dan terjepit di cabang ranting pohon di sebuah ladang di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Ponorogo pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kejadian berawal ketika korban memanjat pohon durian setinggi 12 meter milik Sutarto warga Dukuh Glodek, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Ngebel. Ia memanjat pohon durian itu untuk menyemprot buah durian agar terhindar dari hama.

Namun ia justru terpeleset saat memanjat pohon durian tersebut. Jikun jatuh namun tersangkut dan terjepit di percabangan pohon pada ketinggian 7 meter.

Korban ditemukan oleh saksi bernama Slamet. Setelah dievakuasi oleh warga, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Ngebel menunjukkan luka robek di dahi, hidung, dan memar di betis akibat benturan keras (trauma kepala).

Sementara Unit Reskrim Polsek Ngebel bersama tim identifikasi Polres Ponorogo dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngebel segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis.

Hasil Pemeriksaan Medis Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan sejumlah luka luar pada tubuh korban, di antaranya luka robek di dahi dan hidung, serta memar pada betis kiri.

Petugas menyimpulkan penyebab kematian adalah trauma berat pada bagian kepala akibat benturan saat jatuh.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan atau tindak pidana lainnya. Ini murni kecelakaan kerja,” tegas Kapolsek.

Kapolsek Ngebel, AKP Tutut Ariyanto, menyatakan bahwa kejadian ini murni kecelakaan kerja tanpa ada unsur penganiayaan, korban diduga terpeleset saat sedang beraktivitas di ketinggian.

“Benar telah terjadi laka kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Korban sedang melakukan penyemprotan pohon durian dengan ketinggian sekitar 12 meter. Diduga terpeleset, korban terjatuh namun tidak langsung sampai ke tanah, melainkan tersangkut dan terjepit di percabangan pohon pada ketinggian sekitar 7 meter,” ujar AKP Tutut Ariyanto.

Saksi di lokasi kejadian, Slamet (49), yang melihat korban sudah dalam kondisi tak berdaya segera meminta bantuan warga untuk menurunkan tubuh korban. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi ke bawah, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan otopsi dan meminta jenazah segera dibawa pulang ke rumah duka di Desa Sugihan untuk dimakamkan.

“Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum dan menerima ini sebagai musibah. Jenazah sudah kami serahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman adat setempat,” pungkas AKP Tutut Ariyanto.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan alat semprot tanaman yang digunakan saat kejadian.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya faktor keselamatan, terutama bagi para petani yang bekerja di ketinggian pada pohon-pohon besar seperti durian. (*)

Leave a Reply