15 Jam Damkar Berjibaku Padamkan Pabrik Sandal Jepit Swallow di Medan

Seluruh aktivitas produksi dilaporkan lumpuh total. Sebanyak 255 karyawan terpaksa diliburkan untuk sementara waktu akibat insiden ini. Selain bangunan, sejumlah besar aset vital di dalam pabrik dan stok barang jadi ikut hangus dilalap api. Hingga Rabu siang (28/1), api dilaporkan masih belum sepenuhnya padam setelah berkobar selama lebih dari 15 jam.

Kebakaran Hebat

Medan, Sumatra Utara, EDITOR.ID – Terjadinya kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow (PT Garuda Mas Perkasa) yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso KM 6,5, Medan Deli, Medan, Sumatera Utara pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Pabrik milik PT Garuda Mas Perkasa dilalap “Si Jago Merah ” menghabiskan hampir 90% dari total seluruh bangunan.

Kobaran api sangat sulit dipadamkan karena banyaknya material karet dan bahan kimia yang mudah terbakar, disertai suara ledakan berkali-kali, dan api masih berkobar hingga Rabu siang, 28 Januari 2026.

Api mulai berkobar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Warga di sekitar lokasi sempat panik dan mengevakuasi barang-barang berharga karena kobaran api yang sangat besar dan asap hitam pekat.

Warga yang melintasi area Tanjung Mulia hingga Pulo Brayan, diharapkan tetap waspada terhadap kepulan asap pekat dan potensi kemacetan di sekitar lokasi kejadian.

Seluruh aktivitas produksi dilaporkan lumpuh total. Sebanyak 255 karyawan terpaksa diliburkan untuk sementara waktu akibat insiden ini.

Selain bangunan, sejumlah besar aset vital di dalam pabrik dan stok barang jadi ikut hangus dilalap api.

Hingga Rabu siang (28/1), api dilaporkan masih belum sepenuhnya padam setelah berkobar selama lebih dari 15 jam.

Pihak Damkar Medan, Sumatera Utara mengklaim sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi guna mendampingi bantuan mobil water cannon dari Brimob Polda Sumut

Dinas Kesehatan Medan menyiagakan sejumlah ambulans, dan juga mobil Armoured Water Cannon (AWC) Brimob Polda Sumut dikerahkan untuk membantu pemadaman api.

Pihak perusahaan membantah adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, karena kejadian terjadi saat pergantian shift kerja.

Api masih berkobar dan proses pemadaman telah berlangsung selama lebih dari 14 jam. Petugas Damkar Kota Medan kini sedang dalam tahap pendinginan di beberapa area yang sudah berhasil dikendalikan.

Berdasarkan keterangan HRD perusahaan, api dilaporkan pertama kali muncul dari gudang bagian ujung saat karyawan sedang beristirahat.

Laporan lain menyebutkan api diduga berasal dari gudang bahan baku atau gudang bahan bakar solar yang kemudian merambat dengan cepat.

Api membesar dengan sangat cepat karena banyaknya material mudah terbakar seperti karet dan bahan kimia di lokasi pabrik.

Hingga Rabu siang (28/1/2026), petugas pemadam kebakaran dilaporkan masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api di lokasi.

Dilihat dari kerusakan bangunan diperkirakan sekitar 90% telah ludes terbakar hingga rata dengan tanah.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh tim Labfor Polda Sumut, meski dugaan awal api berasal dari gudang bahan baku.

Polres Pelabuhan Belawan atau Polda Sumatera Utara berjanji akan merilis menginformasikan lebih detail mengenai penyebab teknis (seperti korsleting listrik atau faktor lain) setelah hasil olah TKP Labfor selesai. (*)

Leave a Reply