Settia

WHO: Enam Vaksin Sedang Uji Klinis Ketiga

EDITOR.ID, Jakarta,- Sejumlah negara saat ini tengah berlomba-lomba agar bisa menemukan obat atau vaksin penawar virus Covid-19. Tak hanya negara besar seperti Amerika, Rusia, China saja yang bisa mengklaim mereka akan menjadi negara pertama di dunia penemu obat anti Corona. Negara lain pun juga tak mau kalah termasuk Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap, sudah enam vaksin Covid-19 yang mencapai uji coba tahapan ketiga.

Tiga vaksin yang sedang melalui uji coba tahap ketiga berasal dari China. Satu vaksin dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia yang bekerja sama dengan Oxford University. Sementara, dua vaksin lainnya dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan Amerika Serikat (AS).

Terkait penelitian obat Covid, WHO juga telah mencatat, sudah ada 25 kandidat vaksin yang masuk evaluasi klinis dan 139 dalam evaluasi pra-klinis.

Namun organisasi kesehatan dunia ini mengingatkan negara yang sedang berjuang menemukan vaksin anti Covid agar tidak melakukan “nasionalisme vaksin” Covid-19 karena itu bisa berbahaya. Pasalnya menurut WHO, nasionalisme berpotensi memperburuk pandemi dan merusak rantai pasokan global.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta pemerintah di seluruh dunia berbagi suplai medis dalam upaya menanggulangi pandemi virus corona.

“Meskipun para pemimpin berharap dapat melindungi rakyat mereka terlebih dahulu, respons terhadap pandemi ini harus dilakukan secara kolektif,” kata Tedros seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (19/8/2020).

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesuaikan kacamatanya saat berbicara dalam jumpa pers harian tentang virus COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa pada 9 Maret 2020. (AFP / Fabrice Coffrini)

“Berbagi suplai yang terbatas secara strategis dan global sebenarnya kepentingan setiap negara, tidak ada yang aman hingga semua orang aman,” kata Tedros.

WHO cukup berhati-hati dalam menanggapi pengumuman Rusia yang bersiap menggelar vaksinasi massal Covid-19 pada bulan Oktober mendatang. WHO mengatakan, mereka pihak yang menetapkan pedoman produksi vaksin.

“Tidak ada satu negara pun yang memiliki akses ke semua penelitian dan pengembangan, manufaktur, dan rantai pasokan bahan dan obat, dan jika kami bekerja sama, kami dapat memastikan semua pekerja esensial terlindungi dan obat yang sudah teruji seperti deksametason tersedia bagi semua orang,” kata Tedros.

Tedros menambahkan, setiap wabah penyakit baru memperlihatkan tantangan yang baru. Tapi dari sudut pandang logistik maka Covid-19 menjadi ‘satu tantangan yang paling sulit’ yang pernah WHO hadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *