Settia

Unair Temukan Mutasi Virus Lebih Galak, 10 Kali Lebih Cepat Menular

Ilustrasi

EDITOR.ID, Jakarta,- Mutasi virus Corona makin mengganas. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, penularan virus mematikan ini di Indonesia mencatatkan rekor penularan kisaran 2.000 hingga 3.000 orang per hari.

Yang lebih mencengangkan lagi, kini ditemukan mutasi virus corona yang lebih ganas dari virus aslinya. Laporan terbaru menyebutkan, mutasi virus corona ini 10 kali lebih cepat menular dibanding corona biasa. Mutasi virus Corona yang disebut sebagai D614G ini sudah menyebar di sejumlah negara termasuk Indonesia.

Ahli Biomolekuler Unversitas Airlangga (Unair) Surabaya dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih mensinyalir mutasi virus Corona sudah menyebar di Indonesia.

“Penyebaran di peta terkait mutasi ini, kita bisa lihat analisis jurnal Bette Kober per 20 Agustus dia menjabarkan bahwa virus corona di dunia mutasi D164G sekarang semakin meningkat dan meluas,” ungkap  dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih dalam webinar internasional bertajuk ‘Ending Pandemics Covid-19: Effort and Challenge sebagaimana dilansir dari kumparan, Jumat (28/8/2020).

Menurut Nyoman, kita bisa lihat mutasi dan tingkat infeksinya di sana. Namun belum ada laporan terkait dampak permutasian tersebut.

Beberapa waktu lalu Malaysia mengumumkan telah menemukan mutasi virus corona D164G. Nyoman mengatakan, mutasi corona banyak ditemukan di Eropa.

Mutasi D614G pertama kali terdeteksi di Eropa pada Februari 2020, dan sejak itu menjadi varian SARS-CoV-2 yang paling dominan ditemukan pada sampel usap di seluruh dunia.

Menurut beberapa peneliti, mutasi memberikan virus corona semacam keunggulan biologis yang memungkinkan penyebarannya lebih mudah.

Mutasi D614G terletak di dalam protein yang membentuk spike virus yang fungsinya untuk menembus masuk ke dalam sel tubuh manusia. Mutasi ini mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin) sehingga jadi, D-614-G.

“Jadi kami belum tahu mekanismenya persis. Tapi peningkatan mutasinya meluas. Kalian bisa lihat mutasi aslinya di Eropa, banyak mutasi varian virus ini dari Eropa,” katanya.

Lalu apakah mutasi virus corona ini juga ditemukan di Indonesia? “Indonesia, kalau lihat di Jatim dan Jawa Barat, Indonesia masih sangat terbatas datanya. Masih 21 virus yang sudah disubmit. Dan mutasinya ditemukan sekitar 8 datanya di Indonesia, di Jabar dan Jatim, dan ditemukan juga di Surabaya mutasi ini,” urai Nyoman.

Namun menurutnya informasi soal mutasi virus corona di Indonesia ini masih butuh analisis seluruh karakter virus. Dan sejumlah negara lain telah memulai meneliti sampai ke sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *