
Jakarta – EDITOR.ID – Operasi “Absolute Resolve” sendiri merupakan serangan cepat yang berhasil menangkap Maduro dan istrinya di Caracas untuk kemudian dibawa ke Amerika Serikat guna menghadapi dakwaan narkoterorisme.
Militer AS dilaporkan menggunakan pesawat angkut CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam operasi militer di Venezuela, termasuk dalam skenario yang disebut sebagai “penculikan” Nicolás Maduro, dengan sekitar 32 unit CN-235 beroperasi untuk logistik, transportasi, dan dukungan pasukan, menyoroti peran penting produk Indonesia dalam operasi global meski dalam narasi berita yang sensasional.
Dalam konteks operasi AS menangkap Nicolás Maduro CN-235 menjadi bagian dari armada besar pesawat pendukung (bersama F-22, F-35, dll.) dalam operasi “Absolute Resolve” di Venezuela.
Justru CN 235 menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan pergerakan pasukan dan koordinasi lintas matra, mendukung misi pasukan khusus untuk mengamankan dan mengevakuasi Maduro.
Tercatat militer AS memiliki total 32 unit pesawat CN-235 dalam inventarisnya.
Meskipun militer AS memiliki 32 unit CN-235, laporan spesifik mengenai jumlah pasti unit yang dikerahkan ke Caracas dalam operasi tersebut tidak disebutkan secara rinci.
Operasi ini secara keseluruhan melibatkan lebih dari 150 pesawat militer dari berbagai jenis.
Pesawat CN-235 (varian CN-235M-100) yang digunakan dalam operasi ini dioperasikan oleh 427th Special Operations Squadron, bagian dari US Air Force Special Operations Command (USAFSOC).
Adapun asal-usul pesawat CN 235 ini merupakan hasil kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan perusahaan Spanyol, CASA.
Peran dalam Operasi: CN-235 menjadi salah satu pesawat yang mendapat sorotan dalam misi ini karena kemampuannya lepas landas dan mendarat di landasan pendek (Short Take-Off and Landing), yang sangat mendukung operasi penangkapan dan evakuasi di wilayah dengan medan terbatas.
Spesifikasi CN-235-220 yang digunakan dalam operasi militer tersebut, Mesin: 2 X General Electric CT7-9C turboprop, Kecepatan Jelajah Maksimum: 239 knot (ktas). Payload Maksimum: 5.200 kg, Kapasitas Penumpang: 35–42 orang.
CN-235 difungsikan sebagai logistik setia, mengangkut pasukan (hingga 49 tentara/34 penerjun payung), kargo (hingga 4.700 kg), atau evakuasi medis.
Keunggulan CN-235 yang mampu mendarat di landasan pendek/tidak beraspal (STOL), performa “hot and high” efisien, dan jangkauan terbang hingga 11 jam.
Bahkan CN-235 disebut-sebut sebagai pemain Global, digunakan oleh banyak negara, termasuk AS, menunjukkan kepercayaan terhadap produk Indonesia di kancah internasional.
.
Fakta ini menunjukkan kebanggaan nasional terwujud tidak hanya dari retorika, tetapi dari peran nyata produk Indonesia dalam operasi militer tingkat tinggi di dunia. (*)












