Showroom Sepeda Motor Listrik Nusantara Bintara Resmi Dibuka

Asri Hadi Support Sahabatnya Ismeth Wibowo Sebagai Sesama Sahabat Karib Alumni FISIP UI Angkatan 1978

Jakarta, EDITOR.ID,- Komisaris Utama PT Nusantara Motorindo Indonesia Ismeth Wibowo mengatakan pasar sepeda motor listrik di Indonesia ke depan akan tumbuh sangat pesat. Hal ini didasarkan bahwa kebutuhan akan kendaraan berbasis energi terbarukan yang hemat dan penggunaan green energy, sebuah keniscayaan.

Hal tersebut diungkapkan Ismeth Wibowo disela-sela meresmikan pembukaan Pusat Penjualan Sepeda Motor Listrik “Nusantara Bintara” di Bintara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/9/2022)

Showroom ini dibangun PT Nusantara Motorindo Indonesia untuk menjawab permintaan masyarakat akan produk kendaraan roda dua berbasis energi listrik.
Dan Hari ini Pusat Penjualan sepeda motor listrik mulai diresmikan dan dibuka. Ditandai acara pembukaan.

Ada pemandangan menarik dalam acara peresmian Pusat Penjualan Sepeda Motor Listrik Nusantara Motorindo di Bintara. Bertemunya dua sahabat karib sesama alumni FISIP UI.

Persahabatan tanpa kenal batas waktu. Asri Hadi dengan Ismeth Wibowo. Keduanya sama-sama berteman saat menuntut ilmu di bangku kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) angkatan 1978. Persahabatan terjalin erat hingga sekarang. Saling mensupport.

Hal tersebut terlihat ketika Komisaris Utama PT Nusantara Motorindo Indonesia Ismeth Wibowo mengundang sahabat karibnya Asri Hadi yang saat ini menjabat Pemred media online indonews.id ke acara pembukaan showroom motor listrik di Bintara Bekasi, Jumat 9 September 2022.

Usai menimba ilmu di FISIP UI, Ismeth Wibowo meniti karir di Kementrian Luar Negeri dan sempat di tugaskan di New York Amerika. Sedangkan Asri Hadi meniti karirnya di Kementrian Dalam Negeri menjadi dosen IPDN.

Setelah puluhan tahun meniti karir masing masing,sekarang Ismeth Wibowo menjadi komisaris utama PT Nusantara Motorindo Indonesia sedangkan Asri Hadi menjadi Pemred Media Online di Indonews.

Resmikan Pusat Penjualan Nusantara Bintara

Nusantara Group melalui PT. Nusantara Motorindo Indonesia pada Jumat (9/9/2022) meresmikan pembukaan Pusat Penjualan Sepeda Motor Listrik Indonesia. Showroom “Nusantara Bintara” ini untuk memudahkan masyarakat dalam membeli sepeda motor listrik sebagai momentum konversi Sepeda Motor BBM ke listrik.

“Dengan mengucapkan puji syukur dan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kelancaran usaha Nusantara, Motor Listrik Indonesia dapat berperan serta memacu percepatan konversi sepeda motor BBM ke listrik,” ujar Ismeth Wibowo, Chairman (Komisaris Utama) PT. Nusantara Motorindo Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

“Showroom utama motor listrik di Bintara ini kami resmikan,” lanjutnya.

Nusantara Showroom di Bintara ini secara eksklusif mempromosikan dan memasarkan berbagai jenis motor listrik yang berkualitas.

Dengan fokus pelayanan kepuasan konsumen serta edukasi tentang penting dan manfaatnya beralih ke sepeda motor listrik mulai saat sekarang, bagi setiap pengguna sepeda motor untuk segala kegiatan sehari‐hari.

Dari berbagai sepeda motor listrik yang telah siap dipasarkan di Indonesia (khususnya Jabodetabek).

“Kami telah menetapkan bersamaan dengan pembukaan Showroom Bintara ini, juga meresmikan mulainya pemasaran produk sepeda motor listrik pilihan masyarakat.”

“Yaitu Smoot Tempur dengan sistem penukaran baterai, sehingga konsumen tidak ada resiko terhadap kualitas baterai yang buruk.

Secara khusus Nusantara Group aktif memberikan literasi sepeda motor listrik kepada publik melalui ringkasan yang telah dipublikasi “Momentum Motor Listrik Bagi Indonesia”.

“Secara khusus pada saat yang berbahagia ini, kami atas nama Nusantara Motor Listrik Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Rosyeni, CSO Smoot bersama Bapak Sarifudin, Head Sales Motor Smoot atas dukungan ikut serta menjadikan Showroom Bintara dengan produk pilihan Motor Listrik Smoot,” papar Ismeth Wibowo.

“Juga kepada Jajaran Manajemen Adira Finance dan Bapak /Ibu Rekan Media yang berkesempatan hadir,” tambahnya.

“Serta Direktur Pengembangan Bisnis Showroom Nusantara, Bapak Herry Sapuan dan Direktur Operasional, Bapak Nurdin Abdullah serta pada undangan sekalian yang ikut meramaikan acara syukuran hari ini.

“Saya sekali lagi sampaikan terima kasih yang sebesar‐besarnya,” demikian ditambahkan oleh Bapak Ismeth Wibowo.

Ya, semoga kehadiran Showroom Nusantara Bintara ini memberi manfaat dalam percepatan konversi sepeda motor BBM ke listrik.

Dan sekaligus menjadi wadah komunitas pengguna sepeda motor listrik yang telah secara nyata berpartisipasi dalam program Nol Emisi Karbon (green energy).

Momentum Sepeda Motor Listrik di Indonesia

Sementara itu Hosea Sanjaya Founder & CEO NUSANTARA dari Motor Listrik Indonesia mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi pengguna sepeda motor terbanyak di dunia yang saat ini mencapai 146.165.956 unit (per 19 Januari 2022 informasi dari Electronic Registration Identification (ERI) Korlantas Polri).

Pertumbuhan pesat ini menjadi momentum konversi dari sepeda motor BBM (ICE / Internal Combustion Engine) ke listrik.

“Momentum peralihan ini didorong oleh efisiensi biaya pengoperasian dan sekaligus mendukung program Pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM serta memberikan kontribusi langsung terhadap lingkungan, green energy,” sebut Hosea Sanjaya dalam keterangannya.

Masyarakat pengguna sepeda motor di Indonesia saat-saat sekarang masih dalam
tahapan memulai transisi menggunakan sepeda motor listrik. Ada tiga hal yang selalu menjadi pertimbangan dalam peralihan ke sepeda motor listrik, yaitu:

  1. Kekhawatiran masalah jarak dimana para pengguna sepeda motor takut kehabisan baterai sebelum tiba di tujuan;
  2. Waktu pengisian ulang baterai, walaupun pengendara dapat mencapai titik pengisian ulang, namun prosesnya membutuhkan waktu beberapa jam;
  3. Biaya awal yang tinggi untuk sepeda motor listrik, dimana harga baterainya saja bisa setengah dari total harga sepeda motor listrik tersebu

Mencermati beberapa negara yang masyarakatnya telah terlebih dahulu beralih menggunakan sepeda motor listrik seperti China dan Taiwan, pada awalnya pertimbangan (kekhawatiran) di atas juga dialami.

Perkembangan teknologi khususnya berhubungan dengan battery management system dan kualitas baterai serta metode pengisian ulang melalui charging station telah menghapus semua kekhawatiran di atas.

Singkatnya saat ini telah diterima oleh masyarakat pengguna sepeda motor listrik melalui sistem penukaran baterai di stasiun yang telah dibangun (swap battery station).

Sistem penukaran baterai selain bisa mengatasi kekhawatiran di atas juga lebih praktis bahkan memerlukan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Tantangan yang timbul dalam merealisasi stasiun penukaran baterai adalah seberapa cepat dan berapa banyak jaringan stasiun, serta membuat standar tentang baterai sepeda motor listrik sehingga stasiun penukaran baterai dapat dipakai oleh semua jenis sepeda motor listrik.

Pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai ini sendiri seyogyanya tidak mengalami kendala karena setiap stasiun akan memberikan penghasilan kepada investor melalui penggunanya.

Secara langsung stasiun penukaran baterai ini mengganti penggunaan BBM, yang juga mengurangi subsidi Pemerintah untuk BBM

Dalam tahap sosialisasi sepeda motor listrik di Indonesia saat ini terdapat beberapa model produk sepeda motor yang menyatu dengan baterai, tidak terpisah, jadi menggunakan sistem pengisian ulang (home-charging). Melihat perkembangan di negara yang telah menggunakan sepeda motor listrik, maka sistem pengisian ulang (home-charging) ini telah beralih ke sistem penukaran baterai.

Suatu kebutuhan bagi Pemerintah untuk dapat menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atas baterai sepeda motor listrik dan stasiun penukaran baterai sehingga dapat secara langsung mengakselerasi ekosistem sepeda motor listrik di Indonesia.

Sistem penukaran baterai juga membuat harga sepeda motor listrik menjadi lebih terjangkau dan melindungi konsumen dari potensi kerugian atas kualitas baterai yang rendah.

Dalam hal ini pembeli sepeda motor listrik tidak perlu membeli (investasi) baterai, hanya membayar penggunaannya bisa berdasarkan jarak pemakaian (kilometer) ataupun jangka waktu tertentu misalnya per minggu atau per bulan.

Semoga dengan momentum konversi sepeda motor BBM ke listrik ini juga menjadi titik awal bagi Indonesia bisa membangun industri sepeda motor listrik nasional, yang kemudian juga bisa masuk pasar global. Keniscayaan ini didukung oleh pasar sepeda motor listrik yang sangat besar potensinya dan Indonesia telah berproses menjadi salah satu produsen utama baterai kendaraan listrik di dunia

Bilamana konsumen membeli sepeda motor listrik bersama dengan baterainya umumnya dalam rangka membuat secara keseluruhan harga dapat bersaing maka spesifikasi baterai disesuaikan oleh produsen, misalnya siklus pengisian ulang baterai menjadi 800 kali (1 kali dalam 1 hari, ekuivalen sekitar 2 tahun pemakaian).

Standar kualitas pengisian ulang baterai sepeda motor listrik secara umum adalah 2.000 kali dan yang terbaik kualitasnya bisa mencapai 6.000 kali. Sistem penukaran baterai dapat mengatasi risiko atas kemungkinan buruknya kualitas baterai yang dibeli oleh konsumen dan juga menghindari limbah batery. (tim)