Polisi Ingatkan Yang Mau Demo, Ini!

  • Bagikan
aksi unjuk rasa yang berlangsung di tengah pandemi
aksi unjuk rasa yang berlangsung di tengah pandemi

EDITOR.ID, Jakarta – Ada kelompok tertentu yang ingin memperkeruh kondisi rakyat yang sedang susah ditimpa Pandemi Covid. Kelompok ini menyebarkan poster hasutan yang isinya mengajak aksi demo menolak PPKM.

Isu penolakan PPKM hanya menjadi kedok dan pintu masuk mereka mencari kesalahan pemerintah. Ujungnya gerakan mereka mengarah ke gerakan politik untuk memantik situasi demi ambisi melengserkan Presiden Joko Widodo.

Menyikapi ujaran-ujaran hasutan ini Polri tidak tinggal diam.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono meminta masyarakat agar tidak demo yang membuat kerumunan. Karena ini masih dalam masa pandemi yang belum reda. Argo juga mengingatkan soal konsekuensi warga yang mengganggu ketertiban.

“Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan,” tuturnya.

images.jpeg
images.jpeg

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus juga mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi kasus COVID-19 di Jakarta yang masing tinggi. Masyarakat diharapkan kesadarannya untuk tidak membuat kerumunan jika ingin pandemi usai.

“Lihat rumah sakit, kuburan, udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin hindari kerumunan,” ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2021).

Masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat, diminta menyampaikannya ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya seruan aksi menolak PPKM tanggal 24 Juli beredar di media sosial. Seruan aksi bertajuk ‘Jokowi End Game’ itu juga mencatut beberapa logo komunitas, di antaranya komunitas ojek online (ojol)

“Seruan Aksi Nasional ‘Jokowi End Game’: Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya,” demikian seruan pada poster tersebut. Dituliskan aksi itu akan dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari kawasan Glodok ke Istana Negara.

Selain poster tersebut, seruan aksi secara serentak di beberapa kota pada 24 Juli yang turut disebar akun @blokpolitikbelajar di Instagram dan di WhatsApp. Aksi diklaim akan dimulai besok selama berhari-hari di beberapa kota, mulai Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Brebes, Indramayu, Semarang, Solo, Sukoharjo, Kudus, Kediri, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Kendari, hingga Padang.

Blok Politik Pelajar sendiri menyebut kemarahan warga sudah pecah sehingga memicu adanya demonstrasi tersebut. Mereka mengklaim massa yang turun ke jalan tidak tergabung dalam satu kelompok tertentu.

“Kemarahan warga akhirnya pecah. Warga akan turun ke jalan selama berhari-hari tanpa identitas, golongan, kelompok, maupun bendera, mereka yang turun ke jalan adalah warga yang muak dengan situasi saat ini,” tulis akun @blokpolitikbelajar.

“Mengacu pada metode aksi Be Water, aksi ini akan cair bekerja, segala bentuknya akan terus berkembang, tidak ada ketua, tidak ada aksi ini milik siapa, semua ini milik warga,” sambungnya. (tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *