Perizinan Galian C Berpotensi Hambat Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta-Solo

  • Bagikan
img 20210903 wa0086
img 20210903 wa0086

EDITOR.ID,Semarang – DPRD Jateng meminta Pemerintah Pusat tidak memperlambat proses pemberian izin bagi galian C di Jateng, mengingat pembangunan infrastruktur sangat membutuhkan bahan galian C untuk penggurukan tanah proyek ruas Tol Bawen-Yogyakarta-Solo.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alvin Basri mengatakan izin galian C setelah diambil alih oleh Pemerintah Pusat dari sebelumnya wewenang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) prosesnya kini semakin rumit dan lambat.

“Kondisi itu, membuat pembangunan infrastruktur, terutama proyek ruas tol Bawen-Yogyakarta-Solo yang kini sangat membutuhkan penggurukan tanah dari galian C,” ujarnya dalam Diskusi Prime Topic, bertema Perkembangan Pembangunan jalan Tol Solo-Jogja Dan Bawen-Jogja, yang digelar di Hotel Noormans Semarang, Kamis (16/9/2022).

Dijelaskan, pembangunan proyek ruas Tol Bawen-Yogyakarta yang menelan investasi senilai Rp 14,26 triliun dengan kebutuhan biaya pembebesaan lahan sebesar Rp 7,9 triliun itu, bakal membutuhkan tanah galian C cukup besar.

“Proyek Tol Yogyakarta-Solo yang menelan investasi sebesar Rp 26,6 triliun dengan biaya pembebasan lahan senilai Rp18 trilun itu kini terus dikebut, meski masih mengalami kesulitan untuk memperoleh tanah galian C, akibat sejumlah penambang galian C izinnya hingga saat ini belum juga turun,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Alvin, pihaknya mengharapkan kepemilikan saham tol Bawen-Yogyakarta minoritas dapat dimiliki pemprov, pemkab/pemkot yang wilayahnya dilintasi proyek tol melalui perusahaan milik BUMD.

“Pembangunan proyek tol Bawen- Yogyakarta sepanjang 75 km masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain merupakan rangkaian tol Trans Jawa yang akan melintasi Ambarawa, Pringsurat, Mungkid, Magelang dan Sleman,”ujarnya.

Ditargetkan Selesai 2024

Proyek Tol Bawen-Yogyakarta, tambahnya, yang ditargetkan rampung pada 2024 itu, tidak dipungkiri keberadaannya akan memiliki dampak positif yang bakal mampu meningkatkan sektor ekonomi, pariwisata, evakuasi kebutuhan manusia dan lainnya.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Jalan Dan Jembatan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jateng-DIY Stanly Cicard Hanggar Tua Pattinaja ST MT menuturkan, proyek infarstruktur itu juga sudah mempertimbangkan pembangunan exit tol di sejumlah daerah dan dibangun tidak lebih dari 5 Km.

“Bahkan akses jalan juga mengutamakan untuk keluar tol bisa menuju ke jalan nasional atau setidaknya jalan provinsi, hal ini untuk memudahkan para pengguna tol bisa lebih cepat melanjutkan perjalanan ke tujuan,” tutur Stanly.

Tidak hanya itu, lanjutnya, exit tol juga diprioritaskan akses jalan dengan kelebaran jalan yang cukup memadai, sehingga tidak menimbulkan kemacetan kendaraan keluar masuk ke ruas tol, selain tidak melintasi berbagai perkampungan.

Kepala Dinas PU, Bina Marga Dan Cipta Karya Provinsi Jateng AR Hanung Triyono mengatakan, rest area tol Bawen-Yogyakarta diharapkan dapat dikelola masyarakat, sehingga mereka dapat ikut merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur itu.

“Beberapa aspek setidaknya diperhatikan terkait pembangunan jalan tol ini. Misalnya pemanfaatan rest area, kami minta agar Pemkab dan desa dilibatkan, kalau bisa mereka menjadi pemilik, bisa mengelola atau mungkin jadi investor,” ujarnya.

Dengan begitu, tutur Hanung, masyarakat bisa merasakan dampak dari pembangunan tol itu. Selain itu, program menjadikan rest area sebagai pusat penjualan UMKM juga bisa terwujud.

Hanung menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda-Pemda terkait yang dilintasi jalan tol untuk pengelolaan rest area.Namun ruas tol Bawen-Sleman akan dibangun dengan struktur konstruksi beton jalan layang karena melintasi banyak lahan curam. Bahkan tol itu ke depan akan tersambung dengan tol Yogyakarta-Solo.

”Provinsi dan kabupaten/kota kini fokus siap melakukan pembebasan lahan, sebagai upaya realisasi pembangunan tol itu dapat segera dipercepat,” tuturnya.

Ruas tol Semarang-Yogyakarta merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang pembangunannya dimulai pada 2019. Jalan Tol Semarang-Yogyakarta terbagi menjadi dua ruas terdiri ruas Yogyakarta-Magelang dan Magelang-Bawen.

Selain Ketua Komisi D DPRD Jateng Alvin Basri, Diskusi itu juga menghadirkan nara sumber Kepala Dinas PU, Bina Marga Dan Cipta Karya (PUBMCK) Provinsi Jateng AR Hanung Triyono dan Kabid Pembangunan Jalan Dan Jembatan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jateng-DIY Stanly Cicard Hanggar Tua Pattinaja ST MT.(tim)

 52 Total Pengunjung,  1 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan