Pengamat Khawatir Kharisma Jokowi Redupkan Ketokohan Megawati

Jokowi telah sukses mengkonsolidasikan jutaan pendukungnya yang terwadahi dalam elemen Relawan Jokowi. Jutaan pendukung Jokowi telah satu kata dan satu komando "Pejah Gesang Nderek Pak Jokowi".

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam sebuah pertemuan Foto Instagram Megawati Soekarnoputri

Jakarta, EDITOR.ID,- Meski bukan dinasti politik dan berangkat dari rakyat kecil aura dan kharisma politik Joko Widodo kian bersinar dihadapan publik ketika sudah hampir mendekati 10 tahun memimpin Indonesia. Tak hanya rakyat kecil dibawah, di level elit pun Jokowi mampu menjinakkan para Ketua Umum Partai Politik dalam penyatuan koalisi dan Jokowi menjadi King Maker.

Jokowi telah sukses mengkonsolidasikan jutaan pendukungnya yang terwadahi dalam elemen Relawan Jokowi. Jutaan pendukung Jokowi telah satu kata dan satu komando “Pejah Gesang Nderek Pak Jokowi”.

“Pejah Gesang Nderek Pak Jokowi” memiliki makna hidup mati ikut Jokowi. Sumpah ini diikrarkan dalam pertemuan besar para relawan Jokowi yang masih solid. Mereka menunggu komando Pak Jokowi dalam menentukan siapa tokoh yang akan direstui Jokowi untuk menjadi suksesornya, memimpin Indonesia lima tahun ke depan usai dirinya.

Tak sekadar sukses mengkonsolidasikan jutaan pendukungnya dalam wadah relawan Jokowi, Presiden Jokowi juga sukses “menjinakkan” para Ketua Umum Partai Politik pendukungnya.

Fakta tersebut terungkap dalam pertemuan Silaturahmi Ramadhan antara Presiden Jokowi dengan para ketua umum Partai Politik pendukungnya. Ternyata tak hanya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Golkar, PAN dan PPP yang minta doa restu (Baca: dikendalikan) Jokowi.

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pun ternyata bertekuk lutut dibawah kendali Jokowi dalam bahasa diplomasi politik: “Minta Doa Restu”. Ketum Gerindra Prabowo Subianto sendiri yang terang-terangan mendeklarasi di hadapan publik usai Silaturahmi Ramadhan PAN. Prabowo tegas menyatakan berada di barisan Jokowi dan menunggu apa petunjuk dan restunya.

Ujungnya dari pertemuan lima ketua umum pendukung pemerintah dengan Presiden Jokowi menghasilkan deklarasi untuk menggagas terbentuknya koalisi yang lebih besar yang disebut koalisi Kebangsaan atau koalisi besar.

Pertemuan lima Ketum Parpol dengan Presiden Jokowi dan gagasan Koalisi Besar memupus langkah PDI Perjuangan yang sedang mencari teman. Jika koalisi besar ini terwujud maka kian sulit PDIP untuk mencari teman koalisi kecuali bergabung dengan mereka.

Namun sejumlah kalangan pesimis PDIP akan bergabung dalam koalisi besar mengingat PDIP bertekad mengusung kadernya maju sebagai Capres 2024, sebagaimana ambisi Partai Gerindra yang juga akan mengantar Ketumnya Prabowo sebagai Capres harga mati.

Menurut pengamat politik Dedi Kurnia Syah, secara struktur akan sulit koalisi besar ini menyertakan PDIP dan Gerindra dalam satu wadah jika keduanya hendak mengusung capres dari kadernya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: