Settia

Pantau Masuknya Pemudik, Pemkab Bangun Tiga Posko di Pintu Masuk Cilacap

Cilacap – Ribuan perantau yang berasal dari berbagai daerah sudah mulai kembali ke Cilacap. Sampai Senin (30/3) sudah ada sebanyak 15 ribu lebih pemudik yang terpantau datang ke Cilacap.

Untuk itu, Pemkab Cilacap telah melakukan upaya pemantauan dengan membangun posko di pintu-pintu masuk ke Kabupaten Cilacap. Ada tiga posko yang didirikan, mulai dari di wilayah barat, ada di Alun-Alun Kecamatan Wanareja, wilayah timur ada di depan Puskesmas Sampang, serta di jalur tengah di depan Puskesmas Jeruklegi 2 atau di Desa Jambusari.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap Tulus Wibowo mengatakan jika tiga titik tersebut sudah disepakati oleh tim, yang terdiri dari berbagai instansi, diantaranya Dishub, Satlantas Polres Cilacap, dan juga Dinas Kesehatan.

“Penumpang yang masuk ke wilayah Cilacap nanti akan didata, dan di cek kesehatannya,” ujarnya.

Nantinya tidak hanya penumpang Bus yang akan di periksa, akan tetapi seluruh kendaraan yang masuk ke Cilacap. Baik menggunakan kendaraan pribadi, travel, maupun sepeda motor. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran penghentian layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dan Bus Pariwisata dari dan ke Jakarta. Kebijakan ini berlaku mulai Senin pukul 18.00 WIB.

“Saat Minggu malam saya pantau, sudah banyak yang menggunakan mobil pribadi baik dari arah Jakarta atau dari Cilacap sengaja menjemput ke sana, bahkan ada yang menggunakan sepeda motor. Karena ternyata mereka banyak yang sudah tidak mendapatkan tiket karena pengurangan armada,” katanya.

Tulus mengatakan, para pemudik tersebut masih diperbolehkan masuk ke Wilayah Cilacap. Karena belum adanya kebijakan Pemda melarang warganya kembali ke Cilacap, hanya himbauan agar tidak usah pulang.

Namun, lara pemudik ini wajib di data, dan di cek kesehatannya. Setelah itu dihimbau untuk mengkarantina secara mandiri di rumahnya selama 14 hari.

Kasatlantas Polres Cilacap AKP Fandy Setiawan mengatakan Posko yang didirikan tersebut untuk memantau pergerakan dari masyarakat di luar Cilacap yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Mungkin karena merasa kampung halamannya lebih aman, mereka yang ada di kota besar mulai mudik ke Cilacap. Di Posko ini, Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang berdatangan dari arah Jakarta, Surabaya dan kota lainnya, untuk meminimalisir warga carrier Covid-19,” katanya.

Sementara itu, sampai Senin (30/3) pukul 10.00 WIB, sudah ada tiga orang meninggal dunia, dari 29 orang pasien dalam pengawasan (PDP). Dari jumlah tersebut 9 orang sudah dinyatakan negatif, dua positif dan 20 orang masih menunggu hasil laboratorium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *