Settia

Panas, PA 212 “Balas” Sindir Ma’ruf Amin

EDITOR.ID, Jakarta.- Kampanye Capres Cawapres 2019 belum dimulai. Namun hawa persaingan dan genderang pertarungan mulai ditabuh. Berawal dari sindiran Cawapres Joko Widodo, KH Ma’ruf Amin soal Prabowo abaikan Ijtimak Ulama. Kini giliran Persaudaraan Alumni (PA) 212 “membalas” pernyataan Ma’ruf dengan sindiran lebih maut.

PA 212 tak mau mengomentari sindiran Ma’ruf Amin soal rekomendasi Ijtimak Ulama yang tidak dipakai Prabowo. Namun PA 212 justru mengeluarkan jurus mematikan untuk menyudutkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

PA 212 mengungkit fatwa fenomenal yang pernah dibikin MUI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ma’ruf Amin.

“Selamat, KH Ma’ruf Amin terpilih menjadi cawapres. Beliau Ketua MUI yang berprestasi. Ada dua fatwa fenomenal yang beliau tanda tangani,” kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif sebagaimana dilansir detikcom, Sabtu (11/8/2018).

Dia menyebut fatwa MUI terkait politik yang pernah diterbitkan. Fatwa terkait pemerintahan itu ada dua. Pertama, fatwa tentang Ahok sebagai penista agama. “Ini sudah berhasil,” ujar Slamet.

“Kedua, fatwa tentang pemimpin ingkar janji agar jangan dipilih kembali. Ini harus dilaksanakan. Mari kita taati fatwa beliau,” kata Slamet.

Meski emoh mengomentari pernyataan Ma’ruf soal penghargaan terhadap ulama dan rekomendasi Ijtimak Ulama, Slamet berujar soal presiden dan ulama.

“Ada presiden pilihan ulama dan ada ulama pilihan presiden,” kata Slamet sambil tersenyum.

Sebelumnya, Ma’ruf, yang merupakan cawapres pendamping Joko Widodo, bicara soal kelompok yang selalu menyebut dirinya sebagai pihak yang menghargai ulama. Namun, kata Ma’ruf, kelompok tersebut tak mendengarkan hasil Ijtimak Ulama.

“Ada belah sono ngomong ya, menghargai ulama, menghargai ulama tapi hasil Ijtimak Ulama-nya nggak didengerin, malah wakilnya bukan ulama,” ujar Ma’ruf di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8).

Menurut Ma’ruf, Jokowi sangat menghargai para ulama. “Saya anggap Pak Jokowi betul-betul dia menghargai ulama. Penunjukan saya, saya anggap itu penghargaan ulama,” kata dia.

Dia tak menyebut siapa kelompok yang dia sindir meskipun rival Jokowi pada Pilpres 2019 tentu saja Prabowo Subianto. (tim)

Leave a Reply