Settia

Nasib Anies Baswedan Kenapa Diterpa Terus Stigma Politik Identitas, Ada Apa Gerangan?

Jawaban sementara versi kubu yang kontra dengan Anies. Tidak sedikit mereka menyebut Anies memainkan politik identitas, termasuk saat Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Jakarta, EDITOR.ID,- Jika kita berselancar ke dunia maya, khususnya twitter maka disana kita akan menemukan kegaduhan polarisasi antara pendukung bakal Calon Presiden yang diusung Partai Nasdem Anies Baswedan dengan netizen yang tak mendukung Anies.

Pada umumnya para pembenci Anies Baswedan selalu melontarkan politik Identitas sebagai senjata untuk memberi stigma negatif pada Anies Baswedan. Lantas kenapa Anies sering diterpa isu politik identitas. Apa salah dia?

Jawaban sementara versi kubu yang kontra dengan Anies. Tidak sedikit mereka menyebut Anies memainkan politik identitas, termasuk saat Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Dan pada perkembangan selanjutnya politik identitas itu ditengarai juga masih akan menjadi isu liar saat Pilpres 2024 mendatang. Terlebih saat ini Anies Baswedan telah resmi diusung sebagai calon presiden 2024 oleh Partai Nasdem.

Saat ditanya terkait hal itu hari ini, Anies seolah enggan menjawabnya dengan tegas. Namun ia justru berbicara soal keberhasilan Jakarta yang pernah ia pimpin.

“Jadi kita terus untuk menawarkan apa yang sudah dikerjakan di Jakarta, memprioritaskan pada keadilan sosial, memberikan kesetaraan kesempatan, memberikan kepada semua peluang yang setara, membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar,” kata dia usai bertemu relawan dan menyebarkan benih ikan di Kelompok Petani Ikan Mina Jaya, Kadipolo, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (17/11/2022).

Saat memimpin Ibu Kota, lanjut Anies, dirinya juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga untuk berkembang. Hal itu sudah ia lakukan semenjak menjabat sebagai gubernur selama 5 tahun.

Nantinya, hal-hal seperti itu juga yang akan menjadi fokus bagi dirinya jika memimpin Indonesia.

“Semuanya diberikan kesempatan tumbuh berkembang, dan itulah yang sudah kami kerjakan di Jakarta selama 5 tahun, dan itu juga nanti yang akan menjadi fokus,” ujarnya.

Berbicara tentang masa depan, Anies menyebut tidak hanya melulu soal penyampaian visi misi. Akan tetapi juga harus melihat pada karya yang telah dihasilkan.

“Jadi saya sering sampaikan bahwa bukan hanya menyampaikan tentang visi dan misi tapi juga mengajak untuk melihat pada karya-karya yang sudah dihasilkan. Karena visi misi yang ditopang dengan karya itu menjadi kredibel. Karena kita berbicara tentang masa depan,” bebernya.

Anies Baswedan sendiri dalam dua hari ini menggelar safari politiknya dengan menghadiri sejumlah acara. Salah satunya deklarasi Forum Ka’bah Membangun (FKM) yang kemudian mendukung Anies untuk maju pada kontestasi politik 2024.

Leave a Reply