Settia

KBRI Swiss Gelar Webinar Soal “Javanese Shadow Theater “

EDITOR.ID, Jakarta,- Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk negara Swiss yang berpusat di Bern bekerjasama dengan Museum of Rietberg menggelar Webinar dengan topik “Javanese Shadow Theater ” pada hari Jumat, 18 September 2020.

Acara ini akan diselenggarakan langsung dari kantor KBRI Swiss di Bern jam 10 pagi waktu Swiss atau jam 15.00 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Webinar ini digelar melalui zoom dan Youtube.

Dalam Seminar secara daring atau Webinar ini akan hadir sebagai pembicara utama atau opening speech adalah Mister Prof Dr Muliaman Hadad, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss.

Kemudian Dr Johannes Beltz, Deputy Director Museum of Rietberg di Zurich. Kemudian juga hadir Eva von Reumont Kurator wayang Jawa atau Javanese Shadow Theater Ekshibition.

Hadir juga Ambassador Samodra Sriwidjaja President of Unima Indonesia.

Asri Hadi seorang pengamat sosial menilai acara Webinar dengan tema “Javanese Shadow Theater ” sangat penting sekali dan strategis.

“Webinar ini akan mengenalkan budaya Indonesia yang sangat unik dan original,salah satunya budaya Jawa dengan ikon seni pewayangan, ujar dosen senior IPDN di Jakarta, Sabtu (5/9/2020)

Asri Hadi Bersama Duta Besar Swiss Muliaman Hadad dalam Sebuah Kesempatan Bertemu (ist)

Dan ini, lanjut Asri Hadi menjadi salah satu inovasi Duta Besar di Swiss, Muliaman Hadad untuk menarik minat investasi dari Swiss masuk ke Indonesia. Yakni dikenalkan dulu budayanya, menciptakan masyarakat Swiss menyukai budaya Indonesia.

“Jadi pak Dubes melakukan pendekatannya secara kultural dulu atau melalui media budaya, jika kita mampu menjadikan budaya kita disukai masyarakat di Swiss dan mereka sangat nyaman dengan kulture di Indonesia maka mereka akan berdatangan ke Indonesia,” papar Asri yang juga merupakan sahabat dari Dubes RI di Swiss Muliaman D. Hadad.

Sehingga, menurut Asri Hadi, ketika masyarakat di Swiss bisa memahami keragaman budaya atau cultuure yang ada di Indonesia, maka masyarakat di Swiss akan lebih mudah berhubungan baik ekonomi maupun sosial dengan masyarakat Indonesia.

Wayang Kulit bisa digunakan mendukung promosi seni budaya Indonesia di Swiss dan negara kawasan Eropa lainnya melalui diplomasi seni dan budaya, dengan tujuan jangka panjang meningkatkan citra positif Indonesia di mancanegara, meningkatkan jumlah wisatawan, dan pertukaran budaya melalui people-to-people contact.

Duta Besar RI Bern, Muliaman D. Hadad pernah menyerahkan satu set perlengkapan Wayang Kulit yang terdiri dari Wayang, gendang, layar, dan perlengkapan lainnya kepada Pemimpin Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Gamelan (PPPG) di Sion, Nicole Coppey dua tahun silam (ist)

“Javanese Shadow Theater ” adalah merupakan seni pewayangan yang dikembangkan dalam bentuk pertunjukan teater boneka tradisional yang aslinya ditemukan dalam budaya Jawa, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *