Settia

Indonesia Anggota DK PBB Jadi Prestasi Internasional Jokowi

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Sidang KTT PBB bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto:Ist)

EDITOR.ID, Jakarta,- Pengamat Internasional Asri Hadi, MA menilai terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 merupakan prestasi emas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Ini akan menjadi catatan sejarah di masa mendatang bahwa di era Presiden Jokowi kehandalan diplomasi kita di PBB diakui dunia, para diplomat kita yang bertugas di PBB mampu meyakinkan negara-negara di di dunia bahwa Indonesia mampu menjaga ketertiban dunia,” kata Asri Hadi kepada Editor.id di Jakarta, Sabtu (8/5/2018)

Alumni Monash University di Australia ini memuji kehebatan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi yang kompetensi dan integritasnya dalam bidang diplomasi di tingkat internasional tak diragukan lagi. “Saya sangat apresiasi terhadap Menlu Ibu Retno, beliau adalah salah satu diplomat terbaik yang kita miliki,” ujar Asri Hadi.

Sehingga terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB oleh 144 negara berkat kerja keras semua diplomat dan pemerintahan Jokowi. “Ini prestasi luar biasa pak Jokowi yang saya nilai kualitasnya nyaris sama dengan Bung Karno dalam lobi politik dan kepemimpinan di level internasional,” kata dosen Sesko AL ini.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPR Meutya Hafid. Politisi Partai Golkar ini menilai, Indonesia terpilih sebagai anggota DK PBB menjadi momen terbaik.

“Masuknya Indonesia di masa politik global tengah memanas ini adalah momentum yang paling baik untuk Indonesia dapat turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban dunia,” kata Meutya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Komisi I membidangi beberapa hal, salah satunya di bidang luar negeri.

“Alhamdulillah, ikhtiar panjang kita selama ini berbuah hasil. Baik pemerintah maupun Komisi I DPR dalam setiap kunjungan dengan mitra di LN selalu melobi agar dapat didukung dalam keanggotaan DK PBB kali ini,” imbuhnya.

Meutya berharap, lewat momen ini Indonesia terpacu untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban dunia sesuai dengan amanat UUD 1945. Indonesia, sebut Meutya, memiliki posisi strategis dalam menangani berbagai isu keamanan dunia. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi mediator yang baik bagi bangsa-bangsa yang berkonflik.

“Posisinya Indonesia sangat penting. Indonesia dapat menjadi mediator dalam banyak isu keamanan dunia seperti di Timur Tengah, Semenanjung Korea, antara blok barat dan timur. Karena Indonesia bukan bagian dari negara-negara yang berkonflik, jadi dapat sepenuhnya menjalankan peran mediasi secara clear,” jelas politikus Partai Golkar itu.

“Tentu ini tidak lepas dari posisi Indonesia sebagai negara besar, sehingga masukannya saya yakini akan dapat didengarkan oleh banyak negara,” sambung Meutya.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia bersama empat negara lain terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Berdasarkan sidang Majelis Umum PBB, selain Indonesia, empat negara lainnya adalah Jerman, Belgia, Afrika Selatan, dan Republik Dominika.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dengan perolehan 144 suara. Indonesia, mulai 1 Januari 2019, akan menggantikan Kazakhstan untuk wakil di Asia-Pasifik. (tim)

Leave a Reply