Heboh Serakahnomics: Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel Kuasai Puluhan Dapur MBG, Penghasilannya Fantastis!

Nama pemilik puluhan dapur MBG itu adalah Yasika Aulia Ramadhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra Yasir Machmud. Keserakahan Yasika menguasai puluhan dapur SPPG ini langsung memantik polemik di masyarakat.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengunggah sindiran tajam di akun X miliknya yang menyinggung praktik serakah yang sedang gencar diberantas Presiden Prabowo Subianto di praktek Dapur MBG

Jakarta, EDITOR.ID,- Sorotan tajam Presiden Prabowo Subianto terhadap orang-orang kaya dan pengusaha yang melakukan teori baru, serakahnomics ternyata terbukti ada. Hal ini terbukti dari heboh di Sulawesi Selatan. Ada anak Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra menguasai empat puluh satu unit dapur program Makan Bergizi Gratis sekaligus.

Jika satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) keuntungannya Rp1.000 x 3.500 porsi yakni Rp3,7 juta per hari. Berapa keuntungan yang diraih per harinya dengan menguasai 41 Dapur SPPG.

Nama pemilik puluhan dapur MBG itu adalah Yasika Aulia Ramadhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra Yasir Machmud. Keserakahan Yasika menguasai puluhan dapur SPPG ini langsung memantik polemik di masyarakat.
l
Kegaduhan kepemilikan puluhan dapur MBG akhirnya terdengar sampai ke telinga pimpinan pusat Partai Gerindra yang juga Ketua Harian Partai berlambang garuda tersebut, Sufmi Ahmad Dasco.

Sufmi Ahmad Dasco yang juga Wakil Ketua DPR RI ini langsung bereaksi keras terhadap informasi tersebut. Dengan tegas Dasco memastikan akan segera menertibkan temuan tersebut setelah disorot publik melalui media sosial.

Reaksi Dasco muncul setelah mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengunggah sindiran tajam di akun X miliknya yang menyinggung praktik serakah yang sedang gencar diberantas Presiden Prabowo Subianto.

“Woowwww. Inikah praktek awal Serakahnomic? Setahu saya Bpk Presiden @prabowo yg juga pimpinan Partai Bapak pengelola 41 dapur tersebut (wakil Ketua DPRD Sulsel) sedang memberantas Serakahnomic,” tulis Said Didu melalui akun @msaid_didu pada Kamis (20/11/2025).

Unggahan itu langsung dibalas Dasco melalui akun @bang_dasco dengan pernyataan singkat namun penuh makna.

“Kita tertibkan,” jawab Dasco.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang membenarkan temuan tersebut setelah melakukan pengecekan internal ke bagian verifikasi.

Menurut Nanik, kepemilikan puluhan dapur dilakukan dengan memanfaatkan banyak yayasan berbeda agar bisa melebihi batas maksimal sepuluh unit per yayasan.

“Dengan nama yayasan yang berbeda-beda,” ungkap Nanik.

Badan Gizi Nasional memastikan akan melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh unit yang dikelola Yasika Aulia Ramadhani.

Jika ditemukan dapur yang tidak beroperasi optimal, unit tersebut akan dialihkan ke mitra lain agar program lebih merata dan sesuai aturan.

Yasika merupakan anak dari Wakil Ketua II DPRD Sulsel Yasir Machmud bersama Andi Tenri Engka.

Yayasan yang dipimpin Yasika saat ini mengelola empat puluh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, serta Bone.

Enam belas unit berada di Kota Makassar, tiga di Parepare, dua di Gowa, serta sepuluh unit baru di Kabupaten Bone yang baru saja diresmikan.

Masih ada tiga dapur tambahan yang sedang dalam proses penyelesaian di beberapa kecamatan di Bone.

Yasika menyampaikan data tersebut saat meresmikan salah satu dapur di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone pada Jumat (14/11/2025).

“Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel, melalui Asta Cita MBG kami ingin mempercepat pemenuhan gizi anak bangsa,” ujar Yasika.

Dari puluhan dapur yang sudah berjalan, setidaknya delapan ratus lima puluh tenaga kerja telah terserap dengan rata-rata lima puluh orang per unit.

Program ini juga diklaim menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh bahan baku diambil dari petani, peternak, dan pekebun setempat.

Jumlah penerima manfaat yang sudah tercover mencapai enam puluh ribu orang. ***

Leave a Reply