Settia

Harga Saham Meroket, IHSG Cetak Penguatan Terbesar Sejak 1999

EDITOR.ID, Jakarta,- Standing applus buat para pelaku pasar modal di Indonesia. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melesat tajam pada perdagangan Kamis (26/3/2020), menyusul pergerakan bursa saham global. IHSG bahkan membukukan persentase kenaikan harian terbesar dalam 21 tahun terakhir atau sejak 1999.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) libur Hari Raya Nyepi Rabu kemarin, di saat yang sama bursa saham global melesat naik.

IHSG baru bisa menyusul penguatan tersebut pada hari ini, begitu perdagangan dibuka langsung melesat tinggi. Apresiasi bursa kebanggaan Indonesia ini terus berlanjut hingga 11% menyentuh level tertinggi intraday 4.370,66. Di akhir sesi I, penguatan IHSG sedikit terpangkas dan mengakhiri perdagangan

di level 4.316,423, menguat 9,62%.

Berdasarkan data RTI, nilai transaksi di sesi I sebesar 7,32 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih Rp 404,4 miliar.

Memasuki perdagangan sesi II, IHSG mampu mempertahankan penguatan meski belum mampu memecahkan level tertinggi intraday hari ini. Di penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 4.388,904 atau melesat 10,19%.

Persentase kenaikan IHSG hari ini merupakan yang terbesar sejak 8 Juni 1999, kala itu IHSG melesat 12,18%. Sementara rekor persentase kenaikan terbesar IHSG tercatat pada 2 Februari 1998 ketika melesat 14,03%, berdasarkan data Refinitiv.

Berdasarkan data dari RTI, nilai transaksi sepanjang perdagangan hari ini sebesar Rp 12,51 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih Rp 670,13 miliar di pasar reguler dan non-reguler.

Membaiknya sentimen pelaku pasar yang mengangkat kinerja bursa saham terjadi setelah setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan stimulus jumbo.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa lalu Pemerintah dan Senat AS telah mencapai kata sepakat untuk mengucurkan stimulus senilai US$ 2 triliun, yang dikatakan terbesar sepanjang sejarah. Stimulus tersebut bahkan dua kali lipat lebih besar dari nilai perekonomian Indonesia.

Kesepakatan tersebut kini masih dalam tahap Rancangan Undang-Undang (RUU) dan harus di-voting di Kongres AS, sebelum ditandatangani Presiden AS, Donald Trump.

Dengan guyuran dana stimulus tersebut, perekonomian Negeri Paman Sam diharapkan masih bisa berputar meski sedang mengalami pandemi virus corona (COVID-19), dan akan berakselerasi kencang begitu COVID-19 berhasil dihentikan.

Membaiknya sentimen pelaku pasar tercermin dari rally bursa global dalam dua hari beruntun. Indeks Dow Jones di bursa saham AS bahkan mencatat kenaikan 11% pada perdagangan Selasa, menjadi kenaikan harian terbesar dalam 87 tahun terakhir. Bursa saham Asia Rabu kemarin menguat tajam mengikuti rally Wall Street di hari Selasa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *