JAKARTA, EDITOR.ID — Gerbong mutasi dan penataan struktur pejabat tinggi negara kembali bergerak dinamis di bawah kepemintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pada Jumat (2/10/2026), Istana Negara kembali menjadi saksi pelantikan sejumlah pejabat strategis, salah satunya adalah pucuk pimpinan di tubuh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Aktivis senior sekaligus pengamat kebijakan publik, Syahganda Nainggolan, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Bakom RI yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Muhammad Qodari. Tidak hanya itu, estafet kepemimpinan di badan komunikasi pemerintah ini juga turut menghadirkan Fadli Hartono yang dipercaya mendampingi sebagai Wakil Kepala Bakom RI.
Pergeseran Posisi: Muhammad Qodari Jabat Sekretaris Wantimpres
Rotasi ini langsung menyita perhatian publik karena turut mengubah peta penempatan figur-figur penting di lingkaran Istana. Muhammad Qodari, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Kepala Bakom RI, kini digeser untuk menempati posisi baru yang tidak kalah strategis, yakni sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI.
Perpindahan ini dinilai sebagai bagian dari strategi konsolidasi internal pemerintah guna memperkuat sinergi antara narasi kebijakan publik, komunikasi strategis kepresidenan, serta pemberian pertimbangan pertimbangan esensial bagi kepala negara.
Komentar Resmi dan Tanggapan Kalangan Kompeten
Sejumlah pengamat politik dan pejabat tinggi memberikan pandangan beragam terkait perombakan formasi komunikasi dan penasihat istana ini:
- Penguatan Narasi Publik: Sejumlah kalangan analis komunikasi politik menilai penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI membawa warna baru bagi corong informasi pemerintah. Dengan latar belakang aktivisme dan pengalamannya yang kritis terhadap dinamika kebijakan publik, kepemimpinannya diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara program-program strategis pemerintah dengan pemahaman masyarakat luas secara lebih transparan dan dialogis.
- Sinergi Positif di Lingkaran Istana: Peralihan peran Muhammad Qodari ke posisi Sekretaris Wantimpres juga dipandang sebagai langkah taktis. Kombinasi kepiawaian analisis data survei dan komunikasi politik yang dimiliki Qodari dinilai sangat dibutuhkan untuk memperkuat dapur perumusan pertimbangan strategis presiden.
Respon Publik dan Warganet
Pergantian kepemimpinan ini sontak memicu riak di lini masa media sosial. Berbagai platform digital diramaikan oleh diskusi warganet, mulai dari perbincangan hangat mengenai gaya komunikasi Bakom RI di bawah komando baru hingga spekulasi arah kebijakan informasi pemerintah ke depannya. (*)












