Settia

Bursa Pendamping Prabowo Mengerucut Empat Nama, Anies Calon Kuat?

EDITOR.ID, Jakarta,- Nama calon pendamping Prabowo Subianto untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2019 semakin mengerucut pada empat nama. Namun dari keempat nama tersebut konon kabarnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut-sebut paling berpeluang besar.

Sosok Anies Baswedan kuat berdasarkan dua faktor. Pertama adalah tingkat elektabilitas Anies berdasarkan sejumlah lembaga survey paling besar dibanding para kandidat lainnya. Kedua, kemampuan logistik Anies konon kabarnya paling siap untuk membiayai kontestasi Pilpres.

Oleh karena itu nama Anies digadang-gadang oleh parpol koalisi pengusung. Baik Partai Gerindra, PAN maupun PKS. Ketiga parpol pengusung Prabowo tersebut konon kabarnya sudah satu kata dan sepakat jika mengusung Anies Baswedan. Baru Partai Demokrat yang masih belum bersikap dan terlihat masih alot dalam negosisasi politik.

Prabowo Subianto yang disebut-sebut sebagai penantang terkuat calon presiden (capres) petahana yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu telah memiliki empat kandidat cawapres.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera, nama-nama bakal cawapres untuk Prabowo makin mengerucut. “Kalau Pak Jokowi lima (bakal cawapres, red), kalau Pak Prabowo empat (nama bakal cawapres, red),” ujar Mardani di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).

Hanya saja, Mardani masih mengunci rapat tentang nama-nama yang masuk dalam daftar bakal cawapres untuk mantan Danjen Kopassus itu. Namun, Mardani memastikan keempat nama itu sudah beredar di publilk. “Nanti akan diumumkanlah,” kata Mardani.

Lebih lanjut Mardani membeber kemungkinan-kemungkinan tentang nama yang akan disodorkan sebagai cawapres dari partai mendukung Prabowo. Misalnya, PKS menyodorkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan.

Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN), kata Mardani, kemungkinan menjagokan Zulkifli Hasan. Adapun Partai Demokrat sangat mungkin menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Anies Baswedan menguat juga yang nonpartai. Tapi bisa juga besok berubah jadi sepuluh, bisa saja,” katanya sembari tertawa.

Di sisi lain, Mardani menyambut gembira pernyataan Jokowi yang menyebut nama-nama bakal bakal cawapresnya mengerucut menjadi lima nama saja. Mardani berharap agar kelima nama itu mengerucut menjadi satu orang dan segera diumumkan.

“Kami gembira. Kalau lebih cepat mengerucut ke satu (nama) dan diumumkan, lebih baik,” ujar Mardani.

Wakil ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menuturkan, Jokowi tidak mesti juga harus mengumumkan siapa cawapresnya terlebih dahulu dari Prabowo. Namun, akan lebih baik bagi publik jika lebih cepat mengetahui cawapres pendamping Jokowi.

“Lebih cepat lebih baik. Semakin cepat diumumkan, semakin cepat publik tahu, semakin baik buat demokrasi,” jelasnya. (tim)

Leave a Reply