Settia

Blitar Kembangkan Kawasan Korporasi Padi Sehat

EDITOR.ID – Blitar, Kabupaten Blitar mengembangkan Kawasan korporasi padi sehat terintegrasi dengan ternak sapi di Blitar menerapkan teknologi pertanian presisi.

Direktur Perbenihan, Mohammad Takdir Mulyadi melongok Kawasan ini sekaligus melakukan pengukuhan Pengembangan Kawasan Korperasi Padi “Lumpang Mas Penataran” di Kab. Blitar, Minggu (6/9).

Kementerian Pertanian mengupayakan peningkatan produksi padi melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (ProPaktani).

“Seluruh kegiatan Propaktani ini terintegrasi mulai hulu sampai hilir dari infrastruktur, alsintan, budidaya (mulai tanam hingga panen) dan hilir pasca panen serta pemasaran”, kata Dirjen Tanaman Pagan Suwandi yang disampaikan Muhammad Takdir.

Dengan sistem pengembangan kawasan yang dikelola secara professional, Kementan optimis akan bisa menaikkan kelas petani jadi bentuk korporasi.

Pengembangan Kawasan ProPaktani itu dikembangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mewujudkan pembangunan pertanian berbasis korporasi. Tujuannya adalah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani serta mendorong ekspor.

Takdir menekankan “Untuk kemajuan korporasi di Kab. Blitar, agar petani bisa bersinergi dengan aspek pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan atau klaster bisa mengoptimalkan lokasi yang ada dan memanfaatkan sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lain”, tambahnya.

Andi Muhammad Saleh, Kasubdit Pengembangan Varietas menambahkan dengan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi, maka pengelolaan manajemen dikelola terstruktur, saling bekerjasama menguatkan kelembagaannya dengan prinsip dari petani, dan keuntungan milik petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto mengatakan dengan dikukuhkannya koperasi Lumpang Mas Penataran serta dengan dukungan dari Kementan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Blitar, optimis bisa menjadi koperasi Lumbung Pangan Masyarakat Blitar yang punya ciri khas “Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI)” dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi.

“Konsep padi MHI mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar,” jelas Wawan.

“Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama “Britanic”. Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke negeri tetangga,” kata Wawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *