Settia

Asri Hadi: Narkoba Flakka Bikin Pecandunya Jadi “Zombie” Terus Mati

Aktivis LSM Bersama & RIDMA Foundation memperingatkan Aparat BNN Agar Mewaspadai Masukkan Narkoba Flakka ke Indonesia

EDITOR.ID, Jakarta,- Aktivis LSM Bersama Asri Hadi mengingatkan ancaman bahaya obat terlarang, Flakka. Narkoba jenis ini membuat pecandunya jadi gila dan kesetanan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh. Ada yang kepalanya miring, nyaris kayang, dan susah berbicara setelah mengonsumsi zat tersebut.

“Kita harus antisipasi terhadap ancaman peredarannya, dan penyalahgunaan oleh penguna yang sudah addict, karena mereka akan cari barang ini,” ujar Asri Hadi, aktivis anti Narkoba RIDMA Foundation ini mengingatkan.

“Informasi seperti pedang bermata dua. Saat berkelebihan justru banyak pihak ingin mencari tahu, namun jika tidak diberi informasi, maka bandar dengan seenaknya bergerak memasarkan barang dagangan,” ujar Asri Hadi, aktivis yang sudah sejak Bakolak Inpres lalu, mengamati peredaran narkoba tak putus karena petugas atau aparat ikut bermain.

Di bulan baik ini, Asri Hadi mengetuk nurani petugas dan aparat jangan ikut bermain-main dengan narkoba, semoga mereka bisa bertobat sejak sekarang.

“Ibaratnya kalau mau membersihkan lantai kotor, jangan memakai sapu kotor. Ya, harus dengan sapu bersih dong,” ujar Asri Hadi yang kembali mengingatkan bahaya narkoba, karena tergerak melihat situasi saat ini, isu narkoba menjadi terpinggirkan dengan berita politik.

Narkoba yang beredar dari dalam penjara hingga kini belum selesai. Bandarnya ada di penjara sebagai tahanan, tapi masih bisa mengedarkan.

Sampai saat ini institusi BNN dan Kehakiman, belum berhasil membongkar jaringan narkoba dalam penjara.

“Narkoba beredar dari bandar yang berada dalam penjara, bukan cerita halusinasi,” kata Asri Hadi yang terus memberi pemahaman bahaya dan dampaknya narkoba lewat media dan ke anak didiknya selaku dosen.

Saat ini, Asri Hadi mengingatkan lagi kepada petugas imigrasi, polisi dan BNN lebih teliti lagi dalam penyelundupan dan adanya bandar narkoba jenis baru yang bernama Flakka.

Bahwa Flakka menjadi barang dagangan yang dicari pemakai narkoba kalangan jetset, sementara bandar merasa aman, karena aparat belum begitu memahami. Akan berbahaya jika kemudian peredaran membesar dan menjadi akut, kemudian menular ke kalangan menengah.

“Jangan sampai, setelah membuat heboh masyarakat di Indonesia, baru aparat bersikap atau para relawan anti narkoba bergerak,” ujar Asri Hadi memberi ilustratif, kiranya kita semua peduli bahaya narkoba. Jangan terlalu disibukan dengan pemenang Pilpres atau pemilihan caleg.

Leave a Reply