Ada TKW Asal Indramayu di Malaysia Meninggal Dunia di Perjalanan, Hasbullah Berharap Tak Ada Lagi Kejadian Serupa

EDITOR.ID, Indramayu – Setelah berhasil kabur dari sang majikan, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu justru meninggal dunia. Buruh migran bernama Ruri Alfath Mujaida (25) ini meninggal dunia dalam perjalanan menuju Indonesia karena penyakit tuberkulosis yang diidapnya.

Kabar kematian Ruri disampaikan kakak kandungnya, Juju Juhaeriyah (41), kepada awak media di kediamannya Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Kamis (22/10).

“Benar, kabar kematian Ruri diterima Senin kemarin karena sakit,” ujar Juju.

Diceritakan Juju, sejak tahun 2017 lalu Ruri bekerja ke Malaysia melalui jasa seorang calo lewat jalur tek resmi. Disana ia ditempatkan pada sebuah keluarga. Namun perlakuan tak menyenangkan selalu diterima Ruri. Sang majikan sering menyiksa bahkan setahun gajinya tak dibayarkan.

Saat ada kesempatan Ruri berhasil kabur dari rumah majikan. Hanya saja, karena berangkat melalui jalur ilegal Ruri tak berani melapor kepada otoritas setempat. Sejak saat itu, terhitung tiga tahun, Ruri hidup berpindah. Sesekali ia berjualan agar bisa bertahan hidup di negeri jiran tersebut.

Ditambahkan Juju, petaka mulai dialami adiknya saat jatuh sakit. Diduga karena kelelahan dan depresi dengan keadaan, Ruri akhirnya sakit keras hingga tak mampu berjalan. “Beruntung ada orang Myanmar yang merawatnya. Ia lelaki baik mau merawat Ruri saat sakit keras,” tambah Juju.

Usai tak kunjung membaik,oleh rekan- rekannya Ruri dipulangkan ke Indonesia melalui jalur laut. Dengan menggunakan ambulan dari Malaysia, Ruri diantar dengan tujuan Pelabuhan Batam. Namun setiba di Batam Ruri meninggal dunia sehingga dipulangkan kembali ke Malaysia.

“Jasadnya sekarang di Malaysia. Kami sudah ikhlas, biarkan Ruri dimakamkan disana,” tandas dia.

Menanggapi adanya kejadian ini, Ketua Pansus VI Pekerja Migran Indonesia (PMI), Hasbullah Rahmad mengaku sedih dengan adanya kejadian ini.

“Sangat disayangkan ya, semoga dengan terbitnya perda PMI nanti, tak ada lagi kejadian serupa,” jelasnya, Jumat (23/10).

Hasbullah memastikan, bahwa polemik soal TKI di luar negeri, nantinya dipayungi oleh Perda PMI tersebut.

“Semua akan kita lindungi, mulai dari keberangkatan, saat dinegara tujuan kerja, pulang kembali kerumah, hingga para TKI ini punya usaha, dan tak menjadi TKI lagi, kami kupas dalam perda tersebut,” jelasnya.

Dalam perda PMI nantinya, leading sektor yang terlibat banyak.

“Nanti ada dari dinas tenaga kerja, dinas kesehatan, dinas sosial, dinas koperasi dan UMKM, dinas pendidikan ikut dalam leading sektor yang ada di perda PMI, ” pungkas Hasbullah selaku anggota DPRD Jabar dari dapil Depok dan Fraksi PAN ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: