Jakarta, EDITOR.ID,- Pelajaran berharga bagi Indonesia untuk memberantas korupsi. Mantan menteri di China dihukum mati karena kasus suap Rp627 miliar. Tang Renjian pada Februari 2021 di Beijing, China. Tang Renjian, mantan Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China, dijatuhi hukuman mati atas kasus suap, pada Minggu (28/9/2025).
Tang menerima suap termasuk uang tunai dan properti senilai lebih dari 268 juta yuan (Rp627,3 miliar) di berbagai posisi yang dipegangnya dari 2007 hingga 2024, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.
Melansir China Daily, Senin (29/9/2025), Pengadilan Menengah Changchun, Provinsi Jilin, memutuskan Tang dihukum mati dengan dengan masa penangguhan eksekusi selama dua tahun.
Pengadilan memutuskan bahwa suap tersebut “menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi kepentingan negara dan rakyat, dan oleh karena itu layak dijatuhi hukuman mati”.
Ditambahkan bahwa Tang telah mengakui kejahatannya dan mengutarakan penyesalan.
Majelis hakim menyatakan bahwa sepanjang 2007 hingga 2024, Tang menyalahgunakan jabatannya, mulai dari Gubernur Gansu hingga Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan, untuk memberikan keuntungan bagi individu maupun lembaga dalam berbagai urusan, termasuk bisnis, kontrak proyek, dan mutasi jabatan.
Sebagai balasan, Tang menerima suap senilai 268 juta yuan.
“Jumlah suap yang diterima Tang sangat besar dan menimbulkan kerugian besar bagi negara serta rakyat. Karena itu ia harus dihukum mati,” bunyi putusan pengadilan tersebut.
Selain divonis mati, Tang dicabut hak politiknya seumur hidup dan seluruh aset pribadinya disita. Semua hasil suap serta keuntungan terkait juga diperintahkan untuk diserahkan kepada kas negara.
Dalam sistem hukum China, hukuman mati dengan penangguhan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup apabila terpidana tidak melakukan pelanggaran baru selama masa percobaan dua tahun. Hukuman itu masih bisa dikurangi lagi dengan catatan berkelakuan baik.
Sejumlah Petinggi Pemerintahan Diselidiki
Tang menjabat sebagai gubernur Provinsi Gansu di China bagian barat dari 2017 hingga 2020 sebelum diangkat menjadi menteri pertanian dan urusan pedesaan.
Pada November 2024, Partai Komunis China memecat Tang, enam bulan setelah ia diselidiki oleh badan antikorupsi dan dicopot dari jabatannya.
Hukuman terhadap Tang merupakan tindakan terbaru dalam kampanye antikorupsi besar-besaran Presiden Xi Jinping. Tindakan itu telah menjatuhkan sejumlah tokoh penting.
Selain Tang Renjian, penyelidikan serupa dilakukan terhadap Menteri Pertahanan, Li Shangfu, dan pendahulunya, Wei Fenghe.
Pengganti Tang, Dong Jun, juga dilaporkan sedang diselidiki atas tuduhan korupsi.
Presiden Xi Jinping memulai kampanye pembersihan aparat keamanan China pada 2020, dengan tujuan memastikan polisi, jaksa, dan hakim “benar-benar loyal, benar-benar murni, dan benar-benar dapat diandalkan”.
Pada Januari lalu, Xi mengatakan korupsi merupakan ancaman terbesar bagi Partai Komunis China.
Para pendukung gerakan antikorupsi Xi mengatakan kampanye tersebut menciptakan pemerintahan yang bersih.
Di sisi lain, para kritikus berpendapat bahwa Xi Jinping sejatinya sedang membersihkan para rival politiknya.
Profil Tang
Tang, 63 tahun, lahir di Chongqing, memulai kariernya pada 1983 dan bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok pada 1991. Ia menghabiskan sebagian besar masa kerjanya di sektor pertanian.
Pada Mei 2024, Tang diselidiki atas dugaan pelanggaran serius disiplin partai dan hukum negara. Enam bulan kemudian, ia resmi dipecat dari Partai Komunis dan dicopot dari jabatannya. Ia didakwa pada April 2025 atas tuduhan suap, dan kasusnya disidangkan secara terbuka pada Juli. (*)












