Settia

PSI-PDIP Paling Militan Kampanyekan Jokowi

EDITOR.ID, Jakarta,- Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni menyebut dari hasil survei yang dirilis lembaga Indonesia Election dan Strategic (indEX) Research mengungkap, PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) paling memiliki loyalitas dalam memenangkan paslon Jokowi-Ma’ruf.

“Di tingkat dapil caleg-caleg PSI juga ditengarai aktif melakukan kampanye door to door mengampanyekan paslon Jokowi-Ma’ruf,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Meskipun tidak terepresentasi dalam figur paslon, PSI tampak menonjol dalam membela Jokowi-Ma’ruf dan melancarkan kritik terhadap Prabowo-Sandi.

“PSI kelihatan sangat agresif menyerang kampanye Prabowo-Sandi sampai-sampai memberikan ‘Kebohongan Award’,” tutur Vivin.

Menurut Vivin, faktor lain turut menyumbang bagi kenaikan elektabilitas PSI, misalnya bersihnya PSI dari daftar caleg mantan narapidana kasus korupsi.

“Jika tren kenaikan elektabilitas terus dijaga, besar kemungkinan PSI akan mampu menembus parliamentary threshold sebesar 4% dalam dua bulan mendatang,” kata Vivin memprediksi.

Loyalitas dan militansi PSI dan PDIP bukan sekadar pepesan kosong semata. Pasalnya dari hasil survei indEX Research yang sama menyebut bahwa PSI dan PDIP mendapatkan efek elektoral paling besar dari pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“PDIP secara konsisten mengalami kenaikan, dari sebesar 23,1% (Desember 2018) naik menjadi 25,7% (Januari 2019) dan terbaru 26,2 %,” tutur Vivin.

Begitu pula dengan PSI yang naik dari 1,2% (Desember 2018) menjadi 2,3% (Januari 2019) dan terbaru 2,8%.

Sosok Jokowi yang merepresentasikan PDIP merupakan faktor kuat bagi calon-calon anggota legislatif (caleg) dalam kampanye di daerah pemilihan (dapil), tanpa memperhitungkan apakah Jokowi-Ma’ruf kuat atau tidak di dapil tersebut.

Di kubu Prabowo-Sandi, loyalitas parpol tampak hanya didominasi Gerindra. Survei IndEX Research menunjukkan kenaikan elektabilitas Gerindra dari 12,3% (Desember 2018) menjadi 14,7% (Januari 2019) dan terbaru 15,3%.

Hal itu menurut Vivin tidak mengherankan, karena representasi paslon semua diambil oleh Gerindra.

“Dampaknya kelihatan ketika pengurus daerah parpol-parpol koalisi pendukung kubu 02 banyak yang memilih berseberangan dengan menyatakan dukungan terhadap paslon 01,” terang Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 20-31 Januari 2019, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9% dan pada tingkat kepercayaan 95%. (tim)

Leave a Reply