Gubernur PKS Bela Ritual Kendi Nusantara: Tak Ada Ritual yang Bertentangan dengan Akidah Tauhid

gubernur sumatera barat mahyeldi ansharullah.

EDITOR.ID, Jakarta,- Warisan budaya asli leluhur bangsa Indonesia yang selama ini masih melekat menjadi tradisi harus tetap dipertahankan. Dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai orang nomor satu di Indonesia memberikan contoh suri tauladan bagaimana melestarikan budaya bangsa kita.

Yakni dengan prosesi ritual menyatukan air dan tanah dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai simbol mengawali pembangunan Ibukota negara baru Indonesia.

Namun tradisi yang dilakukan Presiden Jokowi “digoreng” dan dijadikan bahan nyinyiran pihak yang tak suka pemerintah untuk menuduh perbuatan syirik dan dilarang agama.

Uniknya ritual Kendi Nusantara yang dilakukan Presiden Jokowi dibela Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Gubernur yang berasal dari kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini ikut angkat bicara soal keikutsertaannya dalam penggabungan air dan tanah dari seluruh provinsi di Nusantara, Kalimantan Timur pada Senin (14/3/2022).

Mahyeldi Ansharullah memastikan tidak ada ritual yang bertentangan dengan akidah tauhid dalam kegiatan bersama Presiden Joko Widodo itu.

“Saya sampai akhir di sana, tidak ada ritual apa pun,” kata Mahyeldi sebagaimana dilansir dari JPNN Sumbar di UIN Imam Bonjol, Padang, Selasa (15/3/2022).

Pejabat yang kerap disapa Buya itu mengatakan selama kegiatan hanya ada penyerahan tanah dan air sebagai simbol pesatuan.

Setiap gubernur membawa air dan tanah dari provinsi masing-masing. Air dan tanah itu konon merupakan wujud persatuan Indonesia.

“Hanya penyerahan air dan tanah secara simbolis untuk persatuan,” kata pria kelahiran Bukittinggi, 25 Desember 1966 itu.

Mahyeldi mengatakan Jokowi dalam pidatonya menyebut air dan tanah dari 34 provinsi itu melambangkan kebinekaan.

Politikus yang juga mubalig tersebut merasa tidak ada perbuatan yang melanggar tauhid pada kegiatan simbolis itu.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menyesalkan sikap Mahyeldi yang ikut membawa air dan tanah untuk ritual kendi IKN.

Ketua Umum MUI Sumbar Gusrizal Gazahar tidak setuju dengan ritual tersebut.

Menurut Gusrizal ritual Kendi Nusantara mengandung unsur keyakinan yang tidak ada dalam akidah tauhid. Ritual kendi itu pun tidak bisa diterima dengan dalih simbolis apa pun atau alasan rasional lainnnya.
“Jelas sekali ritual itu memiliki landasan keyakinan yang bukan Islam,” ujarnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: