Settia

Ada Bom Dahsyat, Granat, Senjata Api di Dalam Kampus Universitas Riau

EDITOR.ID, Pekanbaru,- Subhannallah, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali berhasil menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman bom yang siap diledakkan jaringan teroris. Beruntung, bom dan granat tersebut berhasil diamankan sebelum digunakan jaringan teroris yang sudah merasuki kalangan mahasiswa.

Tim Densus sudah punya data dan mengendus jika sejumlah mahasiswa di kampus Universitas Negeri Riau sudah kemasukan ajaran radikalisme agama dan terorisme. Dan aktivitas mereka juga sudah dipantau tim intelijen dengan menyusup ke “markas” para mahasiswa pengikut jaringan teroris ini.

Tidak ingin kecolongan, Tim Densus langsung bergerak ke TKP begitu mendapat data mereka sudah merakit bom dan siap meledakkan di lokasi yang mereka target. Namun rencana mereka keburu tercium tim Densus Mabes Polri.

Cerita selanjutnya Tim Densus langsung bergerak cepat dan tak ingin target kabur menggeledah “Markas” jaringan teroris di dalam kampus Universitas Negeri Riau, tepatnya di Gelanggang Mahasiswa tempat sekretariat organisasi kegiatan mahasiswa.

Apa yang dianalisa Densus 88 Anti Teror terbukti. Dalam penggeledahan pada Sabtu (2/6/2018). Tim Densus menemukan empat bom siap ledak dan sejumlah senjata rakitan lainnya ketika melakukan penggeledahan.

Benda berbahaya siap diledakkan itu disimpan di dalam kampus tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Densus juga mengamankan busur beserta anak panahnya, senapan angin, dan granat rakitan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menjelaskan, dalam penggeledahan diamankan sejumlah barang di antaranya dua buah bom pipa besi yang sudah jadi, dan bahan peledak Triaceton Triperoxide (TATP) yang sudah jadi. Polisi juga menyita bahan peledak lain seperti Pupuk KNO3, Sulfur, Gula, Arang.

Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, TATP merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive). Bisa menghancurkan satu gedung dan membunuh banyak manusia.

“Barang bukti yang diperoleh bom pipa besi yang sudah jadi dua buah, bahan peledak TATP yang sudah jadi,” kata Setyo kepada wartawan.

Petugas Gegana Brimob Polda Riau menyusun barang bukti penangkapan terduga jaringan teroris saat rilis resmi kepada wartawan di Mapolda Riau, Sabtu (2/6/2018) malam.

“Diamankan pula, dua buah busur panah dan anak panahnya delapan buah, satu buah senapan angin, serta satu buah granat tangan rakitan,” kata Setyo dalam keterangan tertulisnya.

Tim Densus 88 dan Polda Riau juga berhasil mengamankan tiga orang terduga teroris yang merupakan alumni Universitas Riau pada Sabtu (2/6/2018) siang di Gelanggang Mahasiswa UNRI beserta barang bukti yaitu empat bom yang sudah siap ledak.

Leave a Reply