Settia

Sumber Dana Teroris Darimana Ditelusuri

EDITOR.ID, Jakarta,- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian benar-benar tak ingin kecolongan lagi. Kapolri peraih gelar profesor ini mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang ada di Kepolisian untuk memburu, mengungkap dan membersihkan jaringan teroris sampai akar-akarnya sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Nyaris dalam empat hari terakhir ini Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri tanpa kenal lelah, bekerja keras siang malam. Dari mulai menelusuri jaringan, memetakan persembunyian teroris, melakukan operasi intelijen hingga melakukan operasi senyap pengejaran teroris di berbagai daerah.

Sementara tim Polri yang lainnya yakni tim intelijen dikerahkan untuk mengungkap siapa dalang-dalang dibalik para pelaku bom bunuh diri tersebut. Salah satunya yang kini tengah ditelusuri adalah darimana para pelaku teror tersebut memperoleh sumber pendanaan untuk menjalankan aksinya.

Ditengarai sumber pendanaan mereka berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Juga sedang dikaji kemungkinan mereka mendapatkan dana dari jaringan internasional ISIS.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan saat ini penyidik masih mendalami aliran dana JAD Surabaya. Termasuk memeriksa rekening tabungan. Sejauh ini, kata dia, pembiayaan JAD Surabaya berasal dari dana iuran anggota.

Densus 88 sendiri telah menembak mati Budi Satrijo, salah satu terduga teroris. Budi Satrijo diduga menjadi tokoh penampung dana jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jatim.

“Salah satu yang tewas itu, Budi Satrio, penampung dana untuk JAD,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan belum lama ini.

Budi Satrijo digerebek Densus 88 di rumahnya di Perumahan Puri Maharani, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Senin pagi, 14 Mei 2018.

Setyo mengatakan Densus 88 melakukan tindakan karena ada perlawanan dari Budi. “Karena melawan, maka kami tindak.”

Saat memburu anggota Jamaah Ansharut Daulah itu, Densus 88 menyita sejumlah bahan peledak dan bom yang siap ledak. “Ada bahan peledak dan bom yang disita dari rumah Budi.” katanya. (tim)

Leave a Reply